Indeks Berita

Lagi, Tiga Jemaah Diantar Pulang Petugas Haji ke Indonesia

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Tiga jemaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akan diantar petugas haji kembali ke Tanah Air. Mereka dijadwalkan terbang hari ini, Selasa (17/10), pukul 18.30 waktu Arab Saudi atau 22.30 WIB dengan Saudia Airlines.

Presiden Minta Pesantren Beri Pemahaman Santri Soal Media Sosial

Selasa, 17 Oktober 2017

Garut (Kemenag) --- Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya,  informasi yang beredar saat ini sangat beragam,  positif dan negatif.

Halaqah Ulama ASEAN: Perkuat Daya Saing Pendidikan Islam

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama kembali menggelar Halaqah Ulama ASEAN. Kegiatan kali ketujuh ini digelar di Jakarta, dari 17 – 19 Oktober 2017. Sejumlah ulama dan intelektual Muslim dari negara-negara ASEAN dijadwalkan hadir, antara lain: Dr. Hambali Haji Jaili (Brunei Darussalam), Dr. Esmael Ebraham (Filipina), Dr. Ma Thanh Thanh Hoang (Vietnam), Dr. Ahmad Kamel (Thailand), dan lainnya.

Menag Buka Halaqah Ulama ASEAN Tahun 2017

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Halaqah Ulama ASEAN Tahun 2017. Kegiatan yang akan berlangsung dari 17 – 19 Oktober ini digelar oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Menag: Selesaikan Masalah Keluarga Di Atas Sajadah

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Tak ada orang hidup yang tak punya masalah. Tak ada keluarga yang terbebas dari masalah. Maka mintalah pertolongan Tuhan untuk dapat membantu menyelesaikannya.

“Pesantrenku”, Puisi Refleksi Kebanggaan Kamaruddin sebagai Santri

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin ikut ambil bagian pada Malam Pembacaan Puisi Hari Santri 2017. Santri asal Bone Sulawesi Selatan ini ikut merefleksikan kebanggaannya karena pernah mengenyam pendidikan asli Indonesia yang dikenal dengan pesantren.

MAN 1 Yogya Terbaik II Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah 2017 

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menjadi peserta terbaik II pada Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah (LKAS) untuk SMA/MA se-Derajat Tingkat Nasional tahun 2017. Kegiatan LKAS ini diselenggarakan Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Asesmen 440 ASN, Sekjen Kemenag Ingatkan Soal Integritas

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama menyelenggarakan asesmen bagi 440 Aparatur Sipil Negara  (ASN) di lingkungan Sekretariat Jenderal. Sekjen Kemenag Nur Syam mengingatkan para peserta tentang integritas.

Penyair, Kyai, dan Nyai Ramaikan Malam Pembacaan Puisi Songsong Hari Santri

Selasa, 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Malam pembacaan Puisi Hari Santri 2017 menjadi salah satu rangkaian agenda peringatan hari santri. Bertajuk “Ketika Kyai-Nyai-Santri Berpuisi : Pesantren Tanpa Tanda Titik,” puluhan penyair, para Kyai dan Nyai unjuk kebolehan membaca puisi  di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

Gelar Kongres di Surabaya, 10ribu Guru PAI Bahas Islam dan NKRI

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) akan menggelar kongres di Surabaya awal Desember mendatang. Kongres ini diperkirakan akan dihadiri  sekitar 10ribu guru PAI dari seluruh Indonesia.

Sekjen: Pendidikan Kunci Bangun Harmoni

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Sekjen Kemenag Nur Syam menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci membangun harmoni. Penegasan ini disampaikan Nur Syam saat menjadi salah satu narasumber pada  Dialog Agama Islam-Khonghucu  yang mengangkat tema ‘Membangun Harmoni dan Jalan Tengah Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia’.

Dirjen Buddha Ajak Optimalkan Fungsi Vihara untuk Pemberdayaan Umat

Senin, 16 Oktober 2017

Medan (Kemenag) --- Dirjen Bimas Buddha Caliadi meresmikan pembangunan Vihara Sinar Buddha Indonesia di Medan. Seremonial peresmian ditandai dengan pengguntingan pita bersama para Bikhu dan tokoh agama Buddha.

Menag Apresiasi MATAKIN Gelar Dialog Islam - Khonghucu

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar  dialog Agama Islam – Khonghucu. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Zhisheng Dan, Hari Lahir Nabi Agung Kongzi 2568 di Jakarta, Senin (16/10).

Faqih dan Razaq Terima Bantuan Pembinaan Prestasi dari Kemenag

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Muhammad Abdul Faqih (21) dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (15) telah mengukir prestasi di kancah Internasional.  Faqih menjadi juara III Musabaqah Hafalan Al Quran kategori 30 juz, sementara Razaq menjadi terbaik VII di kategori 15 juz pada ajang yang diikuti lebih 80 negara.

Meriahkan Hari Santri, Menag Malam Ini Baca Puisi di Taman Ismail Marzuki

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan ikut membaca puisi pada “Malam Pembacaan Pusisi Hari Santri 2017” di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, hari ini, Senin (16/10). 

Muhammad Abdul Faqih Hafal Al Quran Sejak Usia 12 Tahun

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Nama Indonesia kembali diharumkan anak bangsa di kancah internasional. Nun jauh di Saudi sana, santri penghafal Al Quran kelahiran Semarang ini didaulat menjadi juara III ajang Musabaqah Hafalan Al Quran tingkat internasional. 

Kemenag Sambut Kedatangan Santri Juara Hafalan Al Qur'an Internasional

Senin, 16 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Muhammad Abdul Faqih (21) dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (15) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pesawat Saudia Airlines yang mengantarnya mendarat pukul 09.11 WIB.

Kemenag Bentuk Tim Khusus Kawal Pembayaran TPG dan Inpassing

Senin, 16 Oktober 2017

Bogor (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) membentuk tim khusus untuk mengawal pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Inpassing terhutang. Irjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan, bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan tim khusus asistensi dan pendampingan pembayaran TPG dan Inpassing.

Kemenag Rumuskan Regulasi Audit Syariah Program Zakat

Minggu, 15 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama tengah merumuskan regulasi audit syariah untuk program zakat. Sekjen Kemenag Nur Syam  mengapresiasi inisitif Ditjen Bimas Islam untuk merumuskan regulasi terkait audit penyelenggaraan program zakat.

Siswa Madrasah ini akan Jadi Pembicara pada Forum WHO di Kanada

Minggu, 15 Oktober 2017

Yogyakarta (Kemenag) --- Namanya Monica (15). Siswa MTs Yapi Pakem Sleman ini mendapat kesempatan menjadi pembicara pada World Health Organization (WHO) 8th Millestone of Global Campaign for Violance Prevention. 

Grand Design Syariat diserahkan ke Sekda

Kamis, 12 Oktober 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyerahkan Grand Design Syariat Islam ke Sekda Aceh Drs Dermawan MM, Pimpinan DPRA Drs Sulaiman Abda, dan Kepala Bappeda Aceh yang diterima oleh Martunis ST DEA di Aula Hotel Grand Syariah Aceh, Rabu (11/10).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyerahkan Grand Design Syariat Islam ke Sekda Aceh Drs Dermawan MM, Pimpinan DPRA Drs Sulaiman Abda, dan Kepala Bappeda Aceh yang diterima oleh Martunis ST DEA di Aula Hotel Grand Syariah Aceh, Rabu (11/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Djalil menyerahkan exsecutif summary grand design syariat Islam Aceh tahun 2017-2022 kepada Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, Pimpinan DPRA, Drs Sulaiman Abda, dan Kepala Bappeda Aceh yang diterima oleh Martunis ST DEA.

Munawar menyerahkan dokumen itu di akhir acara pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Penegakan Qanun Syariat Islam di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Rabu (11/10). Adapun dokumen grand design Syariat Islam yang sudah dirancang DSI Aceh sejak 2014 itu diharapkan untuk disempurnakan kembali menjadi rancangan qanun (raqan) yang akhirnya nanti disahkan menjadi qanun. Munawar dalam sambutannya saat rakor ini mengatakan grand design syariat Islam di Aceh sebagai acuan pelaksanaan syariat dari berbagai sektor kehidupan. Melalui grand design tersebut dapat dipastikan pelaksanaan syariat Islam bisa berjalan baik.

“Untuk memastikan bahwa syariat Islam berjalan baik di tengah-tengah masyarakat Aceh, Dinas Syariat Islam di Aceh sudah merancang grand design pelaksanaan syariat Islam di daerah ini. Tujuannya sebagai peta jalan terkait pelaksanaan syariat Islam di Aceh, terutama untuk Pemerintah Aceh saat ini,” kata Munawar.

Selain itu, kata Munawar, grand design ini nantinya bisa menjadi rujukan bagi seluruh kabupaten/kota dalam pelaksanaan syariat Islam dan memberi jawaban bagi pihak asing.

Sementara itu, Sekda Aceh, Dermawan dalam sambutannya saat membuka acara ini menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh telah mengamanatkan agar penerapan syariat Islam di Aceh harus ditegakan secara kaffah dan menjadi rujukan masyarakat dalam menjalani kehidupan.

Untuk mendukung upaya itu, katanya, maka diperlukan rumusan jelas dan konkret yang dituangkan dalam sebuah grand design. Dengan demikian, kebijakan syariat Islam nantinya bisa menjadi ruh bagi kinerja semua satuan perangkat kerja Aceh (SKPA) dan satuan perangkat kerja kabupaten (SKPK).

Kegiatan rakor tersebut diikuti para Ketua Mahkamah Syar’iyah se-Aceh, Kadis Syariat Islam se-Aceh, Kepala Bappeda se-Aceh, Kasatpol PP dan WH se-Aceh, Kajari se-Aceh, unsur kepolisian se Aceh, unsur SKPA, dan beberapa peserta dari Sekretariat DPRA. Rakor tersebut bertujuan untuk mencari solusi selama satu dekade pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Kemarin , pada kesempatan yang sama, Kepala DSI Aceh, Dr Munawar A Djalil juga menjelaskan grand design syariat Islam di Aceh sudah dirancang sejak 2014 ketika Prof Dr Syahrizal Abbas MA memimpin dinas tersebut. Penelitian dan kajian telah dilakukan. Ketika berganti, Munawar kemudian mengerucutkan grand design tersebut pada lima prioritas utama selama lima tahun ke depan.

“Berdasarkan nilai-nilai kebudayaan Aceh, kami mengerucutkan grand design itu pada lima prioritas utama dalam penegakan hukum yaitu pendidikan, ekonomi, tata kelola pemerintahan, hukum, dan adat budaya Aceh dalam bingkai Islam. Ini yang menjadi prioritas kita seperti yang dicanangkan dalam `Pemerintah Aceh Hebat’,” ucapnya. (mas)

Selengkapnya Serambinews

The post Grand Design Syariat diserahkan ke Sekda appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Bimtek Dewan Hakim MTQ Provinsi Ke XXXIII

Jumat, 06 Oktober 2017
Para Dewan Hakim yang Mengikuti Bimbingan Teknik (BIMTEK) MTQ Provinsi XXXIII se Aceh di Aula LPTQ Aceh 26 September 2017

Para Dewan Hakim yang Mengikuti Bimbingan Teknik (BIMTEK) MTQ Provinsi XXXIII se Aceh di Aula LPTQ Aceh 26 September 2017

Sebanyak 50 dewan hakim dari Kabupaten/Kota se-Aceh mengikuti kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Dewan Hakim MTQ Provinsi ke XXXIII yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD PPQ Aceh pada tanggal 26-28 September 2017.

Bimtek yang berlangsung selama 2 hari penuh dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh Drs. H. M. Daud Pakeh di Aula LPTQ Aceh.

Dalam sambutannya Daud Pakeh mengatakan bimtek ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Musabaqah Tilawati Quran (MTQ) yang ke-33 di Aceh Timur.

“Bimtek ini diselenggarakan sebagai bentuk wujud peningkatan profesionalisme Hakim, karena berorientasi pada kualitas sumber daya manusia dibidang ilmu Al-quran dan yang perlu diupayakan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan bahkan perlu dilaksanakan sertifikasi kepada Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)”, ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan bimtek ini dapat berjalan dengan maksimal dan sukses, sehingga dapat melahirkan dewan hakim yang berkualitas, handal, berperilaku jujur, serta mampu memberikan penilaian objektif dalam pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi ke 33 di Aceh Timur nantinya.

“Kepada para dewan hakim yang mengikuti bimtek ini supaya dapat mengikuti  dengan baik, serius, dan niatkan sebagai ibadah dalam bersilaturahmi serta menambah wawasan. Semoga dewan hakim nantinya dapat memiliki akurasi penilaian yang tepat dan benar terhadap penampilan para peserta terbaik apalagi dalam ilmu pengetahuan tentang permusabaqahan”, tambahnya.

Di akhir sambutannya Daud Pakeh berharap kepada dewan hakim untuk terus meningkatkan skill dan ilmu yang dimiliki, agar nantinya MTQ di Aceh Timur dapat berjalan dengan sukses sesuai dengan direncanakan.

The post DSI Aceh Gelar Bimtek Dewan Hakim MTQ Provinsi Ke XXXIII appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Mahasiswa USAS Malaysia Bertandang Ke DSI Aceh

Jumat, 06 Oktober 2017
Pejabat DSI Aceh Foto bersama Mahasiswa USAS Malaysia pada Salasa (3/10/2017)

Pejabat DSI Aceh Foto bersama Mahasiswa USAS Malaysia di Aula LPTQ Aceh pada Hari Salasa (3/10/2017)

Sebanyak 25 Mahasiswa University Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia bersilaturrahmi ke Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh dalam rangka mengetahui perkembangan syariat Islam di Aceh. Acara ini berlangsung di Aula LPTQ Aceh, Komplek Keistimewaan Aceh Jeulingke Banda Aceh, Selasa (3/10/2017) siang.

Kepala DSI Aceh Dr Munawar A Djalil MA yang didampingi oleh Kepala UPTD PPQ Aceh Drs Ridwan Johan beserta staff menyambut dengan senang hati atas kunjungan mereka.

Dalam kesempatan itu, Dr Munawar menyampaikan informasi tentang syariat Islam di Aceh sudah berjalan sejak lama. “Secara kultur budaya berbicara Aceh tentu berbicara tentang Islam, sebagaimana dalam Islam diajarkan pembagian warisan, wakaf, hibah dan lain sebagainya dimana masyarakat Aceh sudah mengamalkan dan mempelajari tentang syariat Islam, sehingga di semua aspek kehidupan masyarakat Aceh itu sendiri berlandaskan dengan syariat Islam”,  pungkasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan secara politik Aceh berbeda dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Aceh diberikan perlembagaan dasar konstitusi oleh negara untuk melaksanakan syariat Islam.

“Syariat Islam di Aceh banyak tantangan yang dihadapi baik dari internal maupun eksternal. Namun Pemerintah Aceh dan DSI Aceh tetap concern terhadap penegakan syariat Islam di bumi Serambi Mekkah secara kaffah”, tutup Munawar.

The post Mahasiswa USAS Malaysia Bertandang Ke DSI Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh dan KONIRY Gelar Seminar Internasional

Kamis, 05 Oktober 2017
Foto Bersama Kepala Dinas dan Pejabat DSI Aceh bersama Narasumber pada Acara Seminar Internasional Pada Tanggal 03/10/2017 di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh

 Kepala Dinas dan Pejabat DSI Aceh Serta Panitia Foto Bersama Narasumber pada Acara Seminar Internasional Tanggal 03/10/2017 di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh bekerja sama dengan Korps Alumni UIN Ar-Raniry (KONIRY) menggelar Seminar Internasional dalam Mengimplementasikan Syariat Islam dan Tantangan Global, Selasa (3/10) di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh,  Dr Munawar A Djalil MA pada sambutannya mengatakan dalam sirah nabi Muhammad Saw ketika Rasulullah melaksanakan penegakan syariat Islam pada masa itu, hal utama yang dilakukan oleh Rasulullah ketika rasulullah ingin merubah perilaku yang menyimpang pada umatnya yaitu dengan cara menginternalisasikan nilai yang sepadan dengan dakwah bil hal, yang mana pengajaran terhadap sesuatu dibarengi dengan contoh.

“Ketika rasulullah mengajarkan shalat Rasulullah mengatakan Shalatlah oleh mu sebagaimana aku shalat, dan para sahabat saat itu mengikuti apa yang dikerjakan oleh rasulullah. Sistemalisasi ajaran ini pada proses pengembangannya kemudian mengajarkan bahwa syariat Islam itu mengikuti sistemalisasi ajaran ini” , ujar Munawar.

Beliau juga mengatakan bahwa dalam ranah pendidikan sistemalisasi ajaran itu dekat dengan ranah koknitif, tapi dalam kontek pengajaran internalisasi nilai itu cenderung diranah afektif,  karakter dan fiskomotoring.

“Pengajaran mengenai syariat Islam baik itu sebelum maupun sesudah  deklarasi syariat Islam cendrung kepada koknitif saja dan mengabaikan ranah afektif dan fiskomotoring, oleh karena itu banyak anak-anak sekarang lebih mengetahui syariat tanpa menyadari dan juga mengamalkan syariat Islam. Maka dengan kondisi ini ada kekhawatiran melihat fakta dilapangan, bahwa masyarakat Aceh hanya mengetahui saja syariat namun tidak memahami serta mengamalkan syariat Islam”, lanjutnya.

Diakhir sambutannya beliau menambahkan “seminar internasional yang dilksanakan pada hari ini sangat penting, karena nanti kita mengetahui apa yang akan menjadi tantangan-tantangan dalam kontek global dan hubungannya dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, tantangannya bukan hanya dalam konteks global saja namun dalam konteks lokal masih banyak tantangan dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Oleh sebab itu kita perlu meluruskan pemahaman yang keliru dalam penegakan syariat Islam di Aceh” tutupnya.

Rektor UIN Ar-Raniry, yang diwakili oleh Wakil Rektor I bidang akademik dan pengembangan lembaga Dr. H Muhibbuthabri, M.Ag dalam pembukaannya menyampaikan “pelaksanaan syariat Islam di Aceh sudah di atur dalam undang-undang No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa, oleh karena itu perlu adanya dorongan dari semua pihak untuk sama-sama mendukung penegakan syariat islam di Aceh, sehingga Syariat Islam bisa berjalan secara kaffah”, tutupnya.

Ketua Korps Alumni UIN Ar-Raniry Azhari M.Ag selaku panitia melaporkan bahwa tujuan dari pelaksanaan seminar ini untuk dapat membawa spirit dan memberikan wawasan sekaligus pemahaman mengenai pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Adapun peserta yang mengikuti seminar berjumlah 300 orang dari kalangan mahasiswa, dosen dan juga guru. Seminar yang dilaksanakan sehari penuh itu dilaksanakan di aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pada hari Selasa 03 Oktober 2017.

Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan tersebut adalah kepala Dinas Syariat Aceh DR Munawar A Djalil MA, Dosen Universiti Utara Malaysia Prof Madya DR Mohd Zailani Bin Muhd Yusuf, Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof DR A Hamid Sarong SH MA, dan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Prof DR Syahrizal Abbas MA.

The post DSI Aceh dan KONIRY Gelar Seminar Internasional appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Terima Kunjungan PAS Malaysia

Jumat, 22 September 2017
Drs Ridwan Djohan (kiri) memberi kata sambutan saat menerima kunjungan tamu PAS Malaysia pada Jumat (22/9/17) pagi bertempat di aula gedung LPTQ Aceh.

Drs Ridwan Djohan (kiri) memberi kata sambutan saat menerima kunjungan tamu PAS Malaysia pada Jumat (22/9/17) pagi bertempat di aula gedung LPTQ Aceh.

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebanyak 38 orang dari Dewan Muslimat Partai Islam Se-Malaysia(PAS) Malaysia mengunjungi Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Jum’at (22/9/17) pagi. Dalam lawatan ini disambut langsung oleh Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA yang didampingi oleh sejumlah staf DSI Aceh di aula gedung LPTQ Aceh, Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Partai Muslimat PAS Malaysia Hj Nuridah Muhammad Salleh selaku ketua rombongan mengatakan kunjungan tersebut bertujuan ingin bersilaturrahmi serta untuk melihat sejauh mana perkembangan pelaksanaan hukum Allah di bumi Aceh. “Kami ingin melihat bagaimana cara hidup masyarakat Aceh yang berlandaskan nilai-nilai islami,” ujar Hj Nuridah.

Nuridah menambahkan usia PAS sendiri sudah mencapai 60 tahun lebih. PAS merupakan partai yang memperjuangkan kedaulatan Islam dan ingin mewujudkan sebuah masyarakat dan pemerintahan yang berdasarkan hukum Islam. Sehingga dalam mewujudkan perjuangannya Aceh selalu disebut-sebut dikalangan PAS sebagai bahan rujukan.

Sementara itu, Kepala DSI Aceh Dr Munawar A Djalil MA bertukar informasi mengenai penegakan syariat Islam di Aceh. Menurutnya, secara kultur ada persamaan Aceh dengan Malaysia dimana  mayoritas penduduk merupakan Muslim. Aceh, lanjutnya, secara politik pada  tahun 1999 Indonesia memberikan suatu perlembagaan/Undang-undang tentang penyelenggaraan Keistimewaan Aceh terkait keagamaan, kultur dan edukasi. 2 tahun kemudian lahir Undang-undang no 18 tahun 2001 tentang  otonomi khusus, kemudian pada tahun berikutnya pasca tsunami Aceh lahir Undang-undang no 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh untuk melaksanakan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

“Banyak tantangan yang dihadapi baik dari internal maupun eksternal dalam hal implementasi syariat Islam, namun Pemerintah Aceh dalam dalam hal ini DSI Aceh tetap concern terhadap penegakan syariat Islam di Bumi Serambi Mekah sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang,” tegas Munawar.

“Walaupun syariat Islam di Aceh sudah berjalan selama 16 tahun namun untuk menuju kaffah masih dalam proses. Kedepan pada program tahun 2018 DSI Aceh akan membina para Hafidz dan pada saatnya nanti mereka akan ditugaskan menjadi Imam hafidz di seluruh Masjid kecamatan di Aceh dalam rangka mendukung program prioritas “Aceh Hebat” (2017-2011 yaitu penguatan syariat Islam,” ujar Munawar mengakhiri penjelasannya.

 

The post DSI Aceh Terima Kunjungan PAS Malaysia appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

SKPA Ikut Andil dalam Memperkuat Syariat Islam

Rabu, 20 September 2017
Penyematan Bed Peserta Oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Penyematan Bed Peserta Pada Kegiatan Sosialisasi Qanun Syariat Islam Bagi Aparatur Sipil Negara Tingkat Provinsi Aceh Oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. Munawar A Jalil, MA Di Aula Mahkamah Syari’ah Aceh, Selasa (19/9/2017).

Dinas Syarita Islam Aceh (DSI) – Dalam rangka menegakkan penerapan Syariat islam secara menyeluruh Dinas Syariat Islam Aceh melalui Bidang Bina Hukum Syariat Islam dan Hak Azasi Manusia , Selasa (19/9) melakukan kegiatan Sosialisasi Qanun Syariat Islam Bagi Aparatur Sipil Negara Tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung sehari penuh di Aula Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Sosialisasi yang diikuti sebanyak 80 perserta dari seluruh intansi dan SKPA ini dibuka langsung oleh kepala dinas Syariat Islam Aceh Dr. Munawar A.Jalil, MA. Dalam sambutannya munawar mengatakan salah satu misi dari Gubernur  dan wakil gubernur Aceh periode 2017/2022 dalam penguatan syariat islam adalah bagaimana syariat islam di aceh berjalan dengan baik ditengah masyarakat.

“Dalam penjabarannya, satu program unggulan Aceh Meuadab, yaitu mengembalikan titah aceh menjadi provinsi serambi mekkah dengan cara melakukan penguatan penguatan  baik itu dalam kontek pendidikan, ekonomi juga dalam adat budaya.” kata Munawar A Djalil.

Selanjutnya Plt. Bupati Pidie ini juga memaparkan salah satu program berkelanjutan DSI Aceh yaitu pembinaan mualaf . “Tanggung jawab DSI hanya pada ranah pembinaan aqidah , ibadah zikir dan seterusnya. Tetapi disini ada kekhawatiran bagi mualaf yang baru memeluk islam karena kesempitan ekonomi mereka bisa saja kembali ke agama asal, oleh karena itu dalam pemberdayaan ekonomi mereka perlu melibatkan SKPA lainnya, seperti Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, Pertanian dan juga Perikanan”, tutur Munawar

“Beberapa waktu yang lalu, DSI Aceh juga melakukan kegiatan klaster terkait dengan grand design Syariat Islam tahun 2017/2022 mendatang setelah dievaluasi ternyata seluruh SKPA itu sangat sedikit jumlahnya yang merancang kegiatan yg berbasis syariat Islam, maka pentahapan yang dilakukan sudah menuju akhir kemudian akan menghasilkan satu dokumen grand design syariat Islam untuk mendukung program prioritas Gubernur Aceh”lanjut Kepala Dinas Syariat Islam.

Beliau juga menambahkan, sosialisa syaraiat Islam yang dilakukan hari ini sangat urgen, sebagai Aparatur Sipil Negara yang juga dianggap sebagai tokoh ditengah-tengah masyarakat mempunyai tugas untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai syariat Islam, karena selama ini masyarakat hanya mengetahui saja tentang syariat Islam namun sangat sedikit yang memahami dan mengamali syariat Islam. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama seluruh Aparatur Sipil Negara untuk mendorong masyarakat agar bisa memahami secara utuh dan mendalam mengenai syariat Islam.

Diakhir sambutannya munawar mengharapakan kepada seluruh SKPA untuk sama-sama membina masyarakat dan memberi pemehaman secara sempurna kepada masyarakat supaya syariat Islam di Aceh bisa berjalan dengan kaffah.

Kepala Bidang Bina Hukum Syariat Islam dan Hak Azasi Manusia yang diwakili oleh Muzakir, S.H dalam lamporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan kegiatan pada hari ini untuk mempersiapkan dan memberi pemahaman dalam pelaksanaan syariat Islam dalam kegiatan sehari-hari baik sebagai aparatur Negara maupun dalam lingkup masyarakat, sekaligus meningkatkan pengetahuan, pemahaman syariat Islam serta untuk menyamakan persepsi  tentang pelaksanaan syariat Islam dan menyebarkan informasi mengenai qanun qanun Syariat Islam. Adapun peserta yang hadir pada Sosialisasi Qanun Syariat Islam Bagi Aparatue Sipil Negara Tingkat Provinsi Aceh dari instansi tingkat SKPA berjumlah 70 orang dan instansi vertical berjumlah 10 orang total semua 80 orang.

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan tersebut adalah Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. Munawar A Jalil, MA. dengan tema Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Melahirkan dan Mengimplementasikan Qanun-Qanun Syariat Islam di Aceh, Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof. DR. Al Yasa’ Abubakar, MA dengan judul Eksistensi Qanun Jinayah dan Qanun Hukum Acara Jinayah, dan Direktur Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry Prof. DR. Syahrizal Abbas, MA dengan judul Syariat Islam di Aceh dan Relevansinya dengan Tanggung Jawab Aparatur Sipil Negara.

The post SKPA Ikut Andil dalam Memperkuat Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Juara STQN XXIV dapat Bonus dari Pemerintah Aceh

Jumat, 15 September 2017
????????????????????????????????????

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA dan Asisten II Setda Aceh Drs Syaiba Ibrahim sedang Berfoto Bersama Pemenang STQN XXIV di Aula LPTQ Aceh, Rabu (13/9).

Dinas Syariat Islam Aceh – Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Setda Aceh, Drs Syaiba Ibrahim memberikan bonus kepada Qari-qariah Aceh yang meraih juara pada Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXIV di Tarakan, Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu sekaligus Pengukuhan penmgurus LPTQ Aceh  dan Rakerda di  Aula LPTQ Aceh, Rabu (13/9).

Drs Syaiba Ibrahim disela-sela pembukaan merasa bahagia atas masuknya Aceh dalam peringkat 7 Nasional dalam ajang STQN ke 24 yang dilaksanakan di Tarakan, Kalimantan Utara, semoga kedepan prestasi ini terus di tingkatkan sehingg dapat mengharumkan nama Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA mengapresiasi kepada Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Setda Aceh, Drs Syaiba Ibrahim serta peserta Rakerda LPTQ yang antusias dengan program-program tilawatil quran dalam program prioritas aceh hebat 2017-2022 salah satunya penguatan syariat islam.

“Salah satu aspek penguatan ini ialah dengan musabaqah tilawatil quran, Gubernur  juga mengusulkan anggaran MTQ yang akan datang perlu dimaksimalkan dengan harapan jika tidak juara umum minimal meraih 3 besar,  ini merupakan beban bagi kita semua. 3 besar itu merupakan target yang luar biasa tetapi dengan usaha kita dengan persiapan yang maksimal bisa saja kita mendapat juara umum di 2018 di Sumatera Utara,” jelas Munawar.

Pelaksanaan rapat kerja lptq aceh dilaksanakan setiap tahun, untuk tahun ini dimulai dari tanggal 13-14 September 2017 dengan jumlah peserta 50 orang dari Lptq dan Kadis Syariat Islam kabupaten/kota se-Aceh.

Sehubungan dengan Rakerda se Aceh, LPTQ Aceh juga melaksanakan pengukuhan yang dibacakan oleh Sekretaris Lptq Aceh terkait dengan kepengurusan periode 2015-2018. Dan dirangkai dengan kegiatan pemberian bonus kepada Juara STQN XXIV di Tarakan Kalimantan Utara mulai Rp 10 juta hingga Rp 100 Juta.

Luar biasa dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu kita mendapat peringkat 7 secara  Nasional. Kita juga menginginkan MTQ Nasional yang akan datang harus dimulai dengan persiapan dengan proses yang baik tentu kita akan mendapatkan hasil yang baik. Dan kita juga sudah menyampaikan kepada bapak gubernur Aceh beberapa waktu yang lalu.

LPTQ memiliki peran yang penting dan strategis dalam meningkatkan semangat umat islam untuk membaca dan mempelajari serta mengamalkan isi kandungan al-quran dalam kehidupan sehari-hari. Lptq juga punya tanggung jawab bahwa masyarakat aceh itu bisa membaca al-quran.  Lptq sebagai sarana untuk menciptakan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia dan qurani.

Harapan Dr Munawar Rakerda tahun 2017 bisa melahirkan pemikiran-pemikiran bagaimana Al-quran itu lebih menyentuh lagi kepada masyarakat, semoga dapat  meningkatkan kerja lembaga LPTQ dengan maksimal baik provinsi maupun Kabupaten/kota di masa yang akan datang.

Adapun yang menjadi maksud dan tujuan pengkuhan LPTQ Aceh Periode 2015-2018 ini ialah untuk menyatukan persepsi, menyamakan pemahaman, serta mensigkronisasikan program Lptq Aceh dengan Kabupaten/Kota se-Aceh dalam rangka pengembangan dan pembinaan peserta untuk mencapai prestasi MTQ atau STQ yang membanggakan baik ditingkat nasional maupun internasional.

The post Juara STQN XXIV dapat Bonus dari Pemerintah Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Dinas Syariat Islam Aceh Bina Para Mualaf di Tamiang, Tentang Apa?

Jumat, 15 September 2017
Drs Nasruddin MAg saat Memberikan Pembinaaan bagi Para Muallaf di Aceh Tamiang, Rabu, (13/9).

Drs Nasruddin MAg saat Memberikan Pembinaaan bagi Para Muallaf di Aceh Tamiang, Rabu, (13/9).

Dinas Syariat Islam Aceh – Melalui Bidang Penyuluh Agama Islam dan Tenaga Dai Islam Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh melakukan pembinaan terhadap para mualaf yang digelar di Aceh Tamiang, Rabu (13/9/2017). Para mualaf ini dibina tentang ahlak dan aqidah untuk meningkatkan pemahaman dalam pelaksanaan syariat Islam.

Kegiatan pembinaan dan pemberdayaan para mualaf dilaksanakan selama tiga hari dari 12-15 September 2017 dengan materi sesuai dengan kebutuhan mualaf. Kegiatan menghadirkan narasumber dari MPU, Kemenag, Baitul Mal, dan Dinas Syariat Islam (DSI).

Kepala UPTD Penyuluh Agama Islam dan Tenaga Dai Islam Provinsi Aceh, Drs Nasruddin MAg didampingi Kasie Penyuluh Agama Islam Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Malik Ridwan mengatakan, kegiatan pembinaan dan perbedayaan mualaf di Aceh Tamiang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman syariat Islam, terutama tentang aqidah dan ahklak, sehingga mereka semakin yakin dalam memeluk agama Islam.

“Islam tidak memaksa orang yang memiliki agama lain masuk Islam karena Islam itu rahmatanlil’alamin,” ujarnya.

Sumber : Serambi Online

The post Dinas Syariat Islam Aceh Bina Para Mualaf di Tamiang, Tentang Apa? appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32