Indeks Berita

Gedung Asrama Siswa MAN IC Sorong Resmi Digunakan

Kamis, 25 Mei 2017
Sorong (Kemenag) --- Gedung asrama siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) SORONG resmi digunakan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menandatangani prasasti peresmiannya /berita/503915/gedung-asrama-siswa-man-ic-sorong-resmi-digunakan

Kemenag Tegur Keras Penerbit Al-Quran soal Halaman Ayat Al-Maidah 51-57

Kamis, 25 Mei 2017
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama memberikan teguran keras pihak penerbit Al Quran terkait kekeliruan penempatan halaman Surat Al Maidah ayat 51-57. Hal ini disampaikan Pgs. Kepala Lajna/berita/503909/kemenag-tegur-keras-penerbit-al-quran-soal-halaman-ayat-al-maidah-51-57

Sosialisasi SPAK, Trisna Willy Ingatkan Peran Istri Jaga Suami dari Korupsi

Kamis, 25 Mei 2017
Sorong (Kemenag) --- Di belakang sukses suami, ada peran seorang wanita hebat. Ungkapan ini menyiratkan petingnya kehadiran isteri dalam menunjang kinerja suami."Karir suami akan berjalan se/berita/503908/sosialisasi-spak-trisna-willy-ingatkan-peran-istri-jaga-suami-dari-korupsi

Ribuan Umat Buddha Gelar Jalan Sehat Pancasila

Kamis, 25 Mei 2017
Tangerang (Kemenag) --- Sekitar tujuh ribu umat Buddha dan umat beragama lainnya memadati lapangan Ahmad Yani Kota Tangerang. Berseragam kaos putih oranye, mereka bersiap mengikuti Jalan Sehat/berita/503905/ribuan-umat-buddha-gelar-jalan-sehat-pancasila

Puslitbang Kemenag Gelar Bedah Buku Revolusi Pancasila

Kamis, 25 Mei 2017
Jakarta (Kemenag) --- Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) menggelar bedah buku Revolusi Pancasila karya Yudi Latif di Jakarta. Kepala Puslitbang Penda Amsal Bakhtiar mengatakan, bedah bu/berita/503936/puslitbang-kemenag-gelar-bedah-buku-revolusi-pancasila

Menag: Masjid Al Akbar Sorong Cermin Toleransi

Kamis, 25 Mei 2017
Sorong (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan pembangunan renovasi Masjid Al Akbar Sorong. Dalam kesempatan itu, Menag mengatakan bahwa kehadiran masjid di tengah Kota S/berita/503900/menag-masjid-al-akbar-sorong-cermin-toleransi

Kakanwil Kemenag Kalbar Resmikan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang

Kamis, 25 Mei 2017
Ketapang (Kemenag) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syahrul Yadi meresmikan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. Masjid Agung Al-Ikhlas ini berdiri di Pusat Kota Keta/berita/503935/kakanwil-kemenag-kalbar-resmikan-masjid-agung-al-ikhlas-ketapang

Lahirkan 11 Hafidz Angkatan Pertama, Kanwil Aceh Apresiasi Dayah Insan Qurani

Kamis, 25 Mei 2017
Banda Aceh (Kemenag) --- Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, HM Daud Pakeh mengapresiasi Dayah Insan Qur'ani yang telah mewisuda 11 santri penghafal Al Quran 30 Juz meski dalam usia pesantren yang m/berita/503934/lahirkan-11-hafidz-angkatan-pertama-kanwil-aceh-apresiasi-dayah-insan-qurani

5.942 Peserta Daftar Seleksi Program S1 Timur Tengah

Kamis, 25 Mei 2017
Surabaya (Kemenag) --- Sebanyak 5.942 peserta ikuti Ujian Seleksi Beasiswa dan Non Beasiswa program S1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Timur Tengah tahun 2017. Ujian seleksi ini digelar serantak hari /berita/503926/o5-942-peserta-daftar-seleksi-program-s1-timur-tengah

Resmikan Perpustakaan IAIN Langsa, Nur Syam Dorong Gerakan Wakaf Buku

Kamis, 25 Mei 2017
Langsa (Kemenag) --- Sekjen Kemenag Nur Syam meresmikan penggunaan perpustakaan IAIN Langsa. Peresmian ini bersamaan dengan pemberian izin operasional program studi pascasarjana IAIN Langsa."Jadikan/berita/503891/resmikan-perpustakaan-iain-langsa-nur-syam-dorong-gerakan-wakaf-buku

Menag Resmikan Proses Renovasi Pembangunan Masjid Raya Raja Ampat

Kamis, 25 Mei 2017
Raja Ampat (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan proses renovasi pembangunan Masjid Raya Raja Ampat. Peresmian ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan be/berita/503890/menag-resmikan-proses-renovasi-pembangunan-masjid-raya-raja-ampat

Lepas Jalan Sehat Pancasila, Sekjen Ajak Perkuat Kerukunan

Kamis, 25 Mei 2017
Tangerang (Kemenag) --- Ribuan umat Buddha dan agama lainnya berkumpul di Lapangan Ahmad Yani Kota Tangerang untuk mengikuti Jalan Sehat Pancasila. Sekjen Kemenag Nur Syam didaulat untuk melepas para /berita/503921/lepas-jalan-sehat-pancasila-sekjen-ajak-perkuat-kerukunan

Ribuan Umat Buddha Deklarasikan Sikap Setia Pancasila dan NKRI

Kamis, 25 Mei 2017
Tangerang (Kemenag) --- Ribuan umat Buddha mendeklarasikan sikap setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Deklarasi dibacakan bersamaan dengan kegiatan Jalan Sehat Pancasila yang/berita/503919/ribuan-umat-buddha-deklarasikan-sikap-setia-pancasila-dan-nkri

Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Jaga Kerukunan dan Stabilitas Negara

Rabu, 24 Mei 2017
Bogor (Kemenag) -"Presiden Jokowi, negaramu ini sangat beragam, sukunya banyak sekali, agamanya banyak, bahasa lokal juga banyak. Jaga betul yang namanya kerukunan dan persatuan itu," begitu pes/berita/503874/presiden-jokowi-minta-semua-pihak-jaga-kerukunan-dan-stabilitas-negara

Menag: ASN Kemenag Harus Hadir Memberi Solusi di Tengah Masyarakat

Rabu, 24 Mei 2017
Sorong (Kemenag) - Pelayanan aparatur Kementerian Agama di tengah masyarakat harus menghadirkan solusi, baik terkait dengan peran regulator maupun peran teknis yang melekat dengan struktur organ/berita/503870/menag-asn-kemenag-harus-hadir-memberi-solusi-di-tengah-masyarakat

Pelanggar Liwath di Dera 85 kali

Rabu, 24 Mei 2017
Algojo Siap Mencambuk Pelanggar Qanun Liwath

Algojo Siap Mencambuk Pelanggar Qanun Liwath di Masjid Syuhada, Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (23/5).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dua pria terhukum cambuk yang di vonis bersalah karena melanggar Qanun Nomor 7 Tahun 2014 yaitu melakukan perbuatan Liwath (Homoseks) selasa pagi 23 Mei 2017 di dera sebanyak 83 kali dikurangi masa tahanan.

Menurut Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Yusnardi mengatakan, pasangan gay tersebut ditangkap warga di Desa Rukoh, Darussalam Banda Aceh pada 28 Maret 2017 yang lalu. Mereka kemudian diserahkan kepada Satpol PP dan WH untuk diproses secara hukum. “Setelah menjalani sidang dua kali di Mahkamah Syariah Banda Aceh dan terbukti bersalah, Hakim memvonis 85 kali cambuk,” ujarnya.

Selain itu, kepada empat pasangan lainnya yang melakukan ikhtilat (bermesraan dengan lawan jenis) juga dikenakan hukuman cambuk. Data yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Maimunah, mereka yang dihukum cambuk adalah Mu, 24 tahun, dan pasangannya, Ve, 22 tahun. Keduanya dicambuk 28 kali. Selanjutnya SI, 25 tahun, dan pasangannya Wah, 27 tahun, yang didera 23 kali.  Kemudian HS, 27 tahun, dan pasangannya AR, 21 tahun, dicambuk 28 kali. Pasangan terakhir  ialah MK, 27 tahun, dan pasangannya, FR, 29 tahun. Mereka dicambuk 29 kali. Sedangkan MT dan MH mereka dicambuk 83 kali.

Warga Banda Aceh dan sekitarnya cukup antusias menyaksikan pelaksanaan uqubat cambuk bagi para pelanggar Qanun Jinayah, yang melanggar perbuatan Liwath (homoseks) yang ditangkap warga di Desa Rukoh Darussalam, akhir Maret lalu.

The post Pelanggar Liwath di Dera 85 kali appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Staf DSI Dan LPTQ Aceh Di Bekali Pelatihan Website

Senin, 22 Mei 2017
Ketua pelaksana Nurullah MA yang didampingi oleh Drs Ridwan Johan (Kepala UPTD PPQ DSI Aceh) saat membuka kegiatan pelatihan peningkatan skill pengelolaan website DSI dan LPTQ Aceh yang berlangsung di gedung LPTQ Aceh pada hari Sabtu (20/5/17) pagi.

Ketua pelaksana Nurullah MA yang didampingi oleh Drs Ridwan Johan (Kepala UPTD PPQ DSI Aceh) saat membuka kegiatan pelatihan peningkatan skill pengelolaan website DSI dan LPTQ Aceh yang berlangsung di gedung LPTQ Aceh pada hari Sabtu (20/5/17) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Sejumlah staf dan pengelola website Dinas Syariat Islam Aceh dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh dilatih dan dibekali pelatihan penguatan skill bagi pengelola website.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala UPTD PPQ Dinas Syariat Islam Aceh, Ridwan Johan yang berlangsung selama 2 hari, 20-21 Mei 2017 di Aula gedung LPTQ Aceh.

Pelatihan yang diperuntukkan untuk staf dan pengelola website Dinas Syariat Islam Aceh dan LPTQ Aceh turut menghadirkan pemateri sekaligus instruktur masing-masing, Yulizar, ST, Arkin, S.IP, Nurullah, MA, Hasan Basri M.Nur dan Syahrol Rizal.

Menurut Ketua Pelaksana, Nurullah, MA mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali para staf dan pengelola website Dinas Syariat Islam Aceh dan LPTQ Aceh agar lebih memahami tentang pengelolaan website sebagai media publikasi instansi.

“Pada hari pertama, pelatihan diprioritaskan pada peningkatan skill menulis berita dan opini yang disampaikan oleh Hasan Basri M.Nur selaku wartawan dan praktisi media, selanjutnya dilanjutkan teknik dasar fotografi oleh Syahrol Rizal dari pewarta foto Indonesia”,kata Nurullah

Selanjutnya, kata Nurul pihaknya lebih memfokuskan pada pelatihan peningkatan skill pengelolaan website terkait dengan user interface dan optimasi SEO yang dipandu oleh praktisi IT, Yulizar, ST dan Arkin, S.IP.

Sementara itu, Kepala UPTD PPQ Dinas Syariat Islam Aceh, Ridwan Johan dalam sambutannya berharap kepada para peserta khususnya pengelola website yang merupakan perwakilan dari berbagai bidang agar lebih serius untuk mengikuti pelatihan dan bisa berkontribusi sebagai kontributor untuk pengelolaan website.

“Kita harus tau cara membuat berita agar selalu aktual dengan menggunakan metode 5W+1 H serta mampu mengemas berita syariat Islam secara indah dan menarik. Informasi yang disampaikan harus sesuai dengan visi dan misi Dinas Syariat Islam, serta berita yang dibuat jangan sampai menakutkan pihak-pihak yang berkunjung ke Aceh”, harapnya.

Disamping itu, ia juga berharap semoga kehadiran staf yang khusus mengelola website agar berperan sebagai media komunikasi dari pimpinan dan mampu mengklarifikasi berbagai isu-isu syariat islam yang berkembang.

“Saya berharap agar orang tidak salah dalam menafsirkan visi dan misi syariat Islam khususnya isu yang berkembang saat ini terkait implementasi syariat Islam di Aceh yang dikatakan oleh pihak-pihak yang kontra terhadap syariat Islam melanggar HAM, disinilah peran tim website Aceh untuk meluruskan pandangan yang keliru tersebut”, tutupnya. [Arkin Kisaran]

The post Staf DSI Dan LPTQ Aceh Di Bekali Pelatihan Website appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Warung Wajib Bersetifikat Halal

Minggu, 21 Mei 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyampaikan Sosialisasi Qanun Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Kamis, (18/5/2017).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyampaikan Sosialisasi Qanun Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Kamis, (18/5/2017).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pemerintah Aceh secara bertahap mulai mewajibkan setiap warung makanan dan minuman, maupun unit usaha obat-obatan dan kosmetik untuk bersertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Permusyawaratan Ulama (LPPOM MPU) Aceh. Jika tidak, maka pemiliknya terancam cambuk 60 kali.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Djalil MA menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi di sela-sela sosialisasi Qanun Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SPJH) di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Kamis (18/5). Acara yang diadakan DSI Aceh ini diikuti 25 peserta dari berbagai instansi Pemerintah Aceh dan lima orang dari asosiasi pengusaha.

Munawar menjelaskan, klausul ini diatur dalam Qanun tersebut, sehingga setiap pengusaha/pemilik warung wajib mengajukan permohonan akreditasi halal ke LPPOM MPU Aceh yang didalamnya melibatkan tim terpadu dari instansi lainnya, seperti Disperindag, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP & WH. Aturan khusus ini berbeda dengan daerah umum lainnya di Indonesia yang sertifikasi halal nya masih boleh ada atau tidak.

“Kemudian tim terpadu ini yang turun ke warung untuk meneliti dan mengkaji, apakah semua makanan itu atau prosesnya sudah halal, termasuk terhindar dari bakteri atau dari hal-hal diharamkan, seperti formalin dan boraks,”kata Munawar.

Ia tegaskan, pemilik warung tak bisa beroperasi/berjualan tanpa mengajukan permohonan sertifikasi halal karena alasan produk mereka sudah terjamin halal. Pasalnya, jaminan halal itu tetap harus melalui kajian tim terpadu LPPOM MPU Aceh yang kemudian dibuktikan melalui sertifkasi atau logo halal di warung, kafe, atau restoran masing-masing.

“Bagi pengusaha atau pemilik usaha warung yang muslim, tetapi tidak memiliki sertifikasi halal, maka sanksi pidananya cambuk 60 kali. Bagi pemilik yang non muslim, juga ada sanksi pidananya tersendiri”, kata Munawar tanpa menyebut detail sanksi pidana untuk pelanggar yang non muslim.

Kemarin, seusai membuka acara ini, Munawar juga memberikan materi tentang peran Pemerintah Aceh dalam melahirkan Qanun-qanun Syariat Islam. Dilanjutkan oleh tiga materi lainnya, yakni mewakili Kadisperindag Aceh (sistem perdagangan halal dan islami untuk perlindungan konsumen), mewakili Kepala BPOM Aceh (Fungsi Pengawasan Produk Halal pada Pemasukan Barang dan Obat-obatan), dan mewakili Ketua MPU Aceh (Penetapan Fatwa dan Label Halal Produk Pangan, Obat serta Kosmetika).

Munawar juga menginformasikan bahwa mulai tahun ini Qanun Aceh Nomor 8 Tahun Tentang Sistem Jaminan Produk Halal sudah mulai disosialisasikan, termasuk telah diagendakan DSI Aceh dan DPRA sosialisasinya hingga keseluruh Kabupaten/Kota di Aceh. “kemudian sosialisasinya lebih diintensifkan lagi pada  2018 yang berbarengan dengan tahapan penegakan hukumnya”, tegas Munawar.

Ia tambahkan, aturan ini diberlakukan untuk menjamin kehalalan setiap makanan, minuman, obat-obatan maupun kosmetik yang dikonsumsi/dipakai warga, seperti yang sudah lama ditetapkan dan berjalan baik di Malaysia. Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh paling banyak selama ini dari Malaysia yang juga kerap mempertanyakan kehalalan makanan di Aceh karena tak ada sertifikasi. Selain itu, Pemerintah Aceh juga menetapkan hal ini karena sejak 2016 Aceh sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata halal di dunia, maka kehalalannya bagi wisatawan harus terjamin disegala bidang, terutama kuliner yang menjadi keunggulan Aceh. (sal)

Sumber : Serambinewspaper

The post Warung Wajib Bersetifikat Halal appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Alumni PT Diberi Pembekalan Syariat Islam

Jumat, 19 Mei 2017
Prof Dr Syahrizal Abbas MA (kiri) didampingi moderator (tengah) dan Dr Khairuddin M Ag (kanan) saat memberikan materi di acara pembekalan syariat Islam bagi alumni perguruan tinggi yang berlangsung di aula pasca sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (17/5/17) pagi.

Prof Dr Syahrizal Abbas MA (kiri) didampingi moderator (tengah) dan Dr Khairuddin M Ag (kanan) saat memberikan materi di acara pembekalan syariat Islam bagi alumni perguruan tinggi yang berlangsung di aula pasca sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (17/5/17) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebanyak 50 alumni Perguruan Tinggi (PT) UIN Ar-Raniry, Rabu (17/5/17) ikut pembekalan syariat Islam yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh bekerja sama dengan Fakultas  Syariah dan Hukum UIN Ar- Raniry di aula pasca sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan dibuka oleh Dr Khairuddin M Ag selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.

Dekan dalam sambutannya berharap pembekalan syariat Islam tersebut dapat bermanfaat bagi peserta sehingga melahirkan sarjana muslim yang beriman, bertaqwa, handal serta berintegritas. Alumni bisa berperan aktif dalam pembangunan di Aceh, khususnya dalam hal implementasi syariat Islam dikarenakan alumni mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat.

“Alumni hukum dan syariah harus bisa menjelaskan perspektif syariat Islam di mata masyarakat dari konotasi negatif menjadi konotasi positif, juga diharapkan menjadi alumni terbaik yang berguna dalam masyarakat dan bisa menjadi penyukses dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh” tutur beliau.

Sementara itu, Prof Dr Syahrizal Abbas MA (Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum  UIN Ar-Raniry Banda Aceh) yang menjadi pemateri menjelaskan terdapat tiga peran pemerintah Aceh dalam hal penerapan syariat Islam di Aceh yaitu sebagai regulator, fasilitator dan koordinator, sedangkan bagi alumni perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam hal memberikan pemahaman secara komprehensif kepada masyarakat tentang syariat Islam, menumbuhkan kesadaran orang untuk tidak melakukan pelanggaran syariah (kesadaran syariah) serta memberikan informasi kepada banyak pihak baik yang mau belajar maupun yang sentimen kepada syariah tentang syariah.

Selain prof Syahrizal, dalam Pembekalan tersebut turut menghadirkan tiga pemateri lain yaitu dari kalangan ahli atau akademisi, Dr Khairuddin M Ag (Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry) tema : Peran Fakultas Syariah dan Hukum Terkait Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh), Prof Dr Tgk Alyasa’ Abubakar MA (Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh) tema : Sejarah Penerapan Syariat Islam di Aceh, serta Prof Dr Faisal A Rani (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala).

The post Alumni PT Diberi Pembekalan Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Meulaboh Tingkatkan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh

Jumat, 19 Mei 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar MA sedang Berfoto Bersama Imam Masjid Kota Meulaboh, di  Aula Losmen Mustika Sari, Jl. Blang Pulo II No. 23 Gampong Ujong Baroh Kec. Johan Pahlawan Kab. Aceh Barat, Selasa (16/5).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar MA sedang Berfoto Bersama Imam Masjid Kota Meulaboh, di Aula Losmen Mustika Sari, Jl. Blang Pulo II No. 23 Gampong Ujong Baroh Kec. Johan Pahlawan Kab. Aceh Barat, Selasa Pagi (16/5).

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebanyak 35 Imam Masjid yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat, diberi pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh guna menjadikan Imam Masjid sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat, di Aula Losmen Mustika Sari, Jl. Blang Pulo II No. 23 Gampong Ujong Baroh Kec. Johan Pahlawan Kab. Aceh Barat, Selasa (16/5).

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar MA menyampaikan bahwa, Masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan, sehingga Masjid menjadi tempat menimba ilmu-ilmu keagamaan dengan menghidupkan pengajian-pengajian rutin serta tempat masyarakat melakukan silaturrahmi sesamanya seperti yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah Saw yang menjadikan Masjid sebagai Tarbiyatun Ummah (Mengajarkan Ummat).

Ia menambahkan, memakmurkan Masjid membuat seorang muslim akan memperoleh ketenangan, rahmat dan kemampuan melewati jembatan menuju surga, Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Masjid adalah rumah setiap orang yang bertaqwa, Allah memberi jaminan kepada orang yang menganggap masjid sebagai rumahnya, bahwa ia akan diberi ketenangan dan rahmat serta kemampuan untuk melintasi shiratal mustaqim menuju keridhaan Allah, yakni syurga”. (HR. Thabrani dan Bazzar dari Abu Darda ra).

Selain itu, Dr Munawar juga mengajak Imam Masjid/Kader Imam serta Muazzin sekalian khususnya yang berada di dalam Kota Meulaboh, untuk terus berupaya memakmurkan Masjid maupun Meunasah berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat Tarbiyatun Ummah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Sementara itu Nizami Taufik SSos selaku Koordinator Pelaksana menyampaikan, pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid se-Aceh Tahun 2017 yang bertempat di 3 (tiga) wilayah yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh tengah dan Kabupaten Aceh Barat dengan Jumlah total peserta 105 orang. Untuk pelaksanaan di Aceh Barat di mulai dari tanggal 16-18 Mei 2017 selama 3 (tiga) hari bertempat di Losmen Mustika Sari dengan jumlah peserta masing-masing terdiri 11 orang dari utusan Kota Meulaboh, 10 orang dari Kabupaten Simeulue, 7 orang dari Kabupaten Aceh jaya, dan 7 orang dari Kabupaten Nagan Raya.

“Pembekalan Imam Masjid ini difokuskan membuka cakrawala berfikir, pembinaan para kader, dan menjadikan Imam sebagai teladan serta sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kita berharap melalui kegiatan ini Imam harus lebih serius dalam menyikapi persoalan-persoalan umat,” jelasnya.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” tandasnya.

Taufik berharap kepada semua pihak untuk serius dalam mengikuti kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh Tahun 2017 ini agar dapat terselenggara dengan baik sehingga dapat menambah wawasan, pengetahuan juga menjadi amal shaleh disisi Allah Swt.

The post Meulaboh Tingkatkan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Wartawan Se-Aceh Dibekali Syariat Islam

Jumat, 19 Mei 2017
Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Jalil MA saat memberikan kata sambutan di acara pembekalan syariat Islam bagi wartawan se-Aceh yang berlangsung di aula gedung LPTQ Aceh, selasa (16/5/17) pagi.

Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Jalil MA Saat Memberikan kata Sambutan di Acara Pembekalan Syariat Islam bagi Wartawan Se-Aceh yang berlangsung di Aula Gedung LPTQ Aceh, selasa pagi, (16/5/17).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pembinaan syariat Islam kepada wartawan se-Aceh yang berlangsung pada hari ini merupakan kegiatan yang pertama diselenggarakan oleh DSI Aceh. Syari’at Islam merupakan aturan hukum yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk kemaslahatan umat manusia. Tujuan penerapan syariat Islam pada dasarnya untuk mencegah manusia agar tidak melakukan hal yang tidak baik dan melindungi umat manusia dari hal-hal yang merusak aqidah, ibadah serta akhlak.

Demikian antara lain disampaikan Kepala UPTD Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’i Islam, Drs Nasruddin M Ag saat memberikan kata sambutan pada kegiatan yang bertajuk “Pembinaan Syariat Islam Kepada Wartawan se-Aceh” di aula gedung LPTQ Aceh, Selasa (16/5/2017) pagi dan akan berlangsung hingga sore hari.

Beliau menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan insan pers dapat memberikan pemberitaan seimbang tentang pelaksanaan syariat Islam dan ikut meluruskan perspektif keliru yang berkembang di tengah masyarakat mengenai penerapan syariat Islam di Aceh.

“Peserta yang diundang sejumlah 50 orang dari unsur wartawan/wartawati seluruh Aceh. Dalam kegiatan ini juga diberikan pretest dan post test kepada para peserta untuk mengukur sejauh mana pemahaman syariat Islam pada wartawan”, tutur Kabid.

Sementara itu Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Jalil MA mengatakan media cetak maupun elektronik merupakan mitra DSI Aceh dikarenakan misi media relevan dengan misi DSI Aceh yaitu menyampaikan informasi yang benar secara komprehensif kepada masyarakat khususnya tentang penerapan syariat Islam di Aceh. Kedepan kegiatan serupa juga akan digelar di wilayah tengah, timur dan barat Aceh.

Lanjutnya, pelaksanaan syariat Islam akan berjalan dengan lancar jika didukung oleh semua pihak termasuk media. Diharapkan wartawan dapat menyampaikan informasi yang benar tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh. “Jika ada pihak yang ingin mengetahui informasi tentang syariat Islam harap dapat merujuk kepada DSI Aceh, nantinya pakar-pakar yang berkompeten dibidang ini yang akan memberikan penjelasan,” ujarnya.

Pembekalan syariat Islam kepada wartawan ini turut menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr Munawar A Jalil MA (Kadis Syariat Islam Aceh) dengan tema Peran Pemerintah Aceh dalam Pelaksanaan Syariat Islam, Bukhari M Ali (Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia) tema Peran dan Wewenang Media dalam Mengekspost Berita Syariat Islam, Prof Dr Syahrizal Abbas MA (Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh) tema Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh (Peluang, Tantangan dan Solusi) serta Tarmilin Usman SE M Si (Ketua PWI Aceh) yang mengambil tema Etika Wartawan dalam Peliputan Syariat Islam di Aceh.

The post Wartawan Se-Aceh Dibekali Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Pelatihan Takmir Masjid

Jumat, 19 Mei 2017
Kabid Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan DSI Aceh Muhibuthibri S Ag (dua dari kanan) didampingi tiga pemateri lainnya saat membuka acara pelatihan takmir masjid se-Aceh di aula lantai I kantor Walikota Sabang, Selasa 16/5/2017.

Kabid Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan DSI Aceh Muhibuthibri S Ag (dua dari kanan) didampingi tiga pemateri lainnya saat membuka acara pelatihan takmir masjid se-Aceh di aula lantai I kantor Walikota Sabang, Selasa 16/5/2017.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar pelatihan takmir masjid di Kota Sabang. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta terdiri dari imam masjid, pengurus masjid, bilal dan muazin itu dibuka Sekdako Sabang, Sofyan Adam SH, di aula lantai I Kantor Walikota Sabang, Selasa (16/5/2017).

Sekdako Sabang, Sofyan Adam dalam sambutannya menyambut baik dilaksanakannya pelatihan takmir masjid ini, karena memiliki makna yang sangat strategis dalam rangka selain sebagai ajang silaturrahim juga sebagai wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia bagi para pengelola masjid.

“Organisasi masjid yang baik harus bisa memberikan tempat terbaik bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun kegiatan sosial masyarakat. Karena itu, peran takmir masjid harus ditingkatkan sehingga bisa menciptakan kemakmuran masjid,” katanya.

Sementara itu Kadis Syariat islam Aceh, Dr Munawar A Djalil diwakili Kabid Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan, Muhibuthibri S Ag dalam laporannya menyebutkan, kegiatan itu berlangsung selama dua hari (16-17/5/17) diikuti 50 peserta terdiri dari pengurus masjid, imam masjid, muazin dan bilal serta beberapa orang tokoh masyarakat yang berkecimpung dalam rangka peningkatan keberadaan masjid.

Kegiatan ini dilaksanakandalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus masjid, sehingga mampu mengelola masjid dengan bagus. Para peserta diisi oleh sejumlah narasumber dari DSI Aceh, DSI Kota Sabang, MPU, Kemenag Kota Sabang, dan tokoh kemasjidan yang ada di Aceh.(az)

Sumber : Serambinewspaper

The post DSI Aceh Gelar Pelatihan Takmir Masjid appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

50 Pasangan Agara Ikut Isbat Nikah

Kamis, 18 Mei 2017
Dr Munawar MA Sedang Berfoto Bersama Drs Hamidin Mpd dan Para Peserta Isbat Nikah Agara, di Aula MA Negeri Kuta Cane, Babussalam, Senin, (15/52017).

Dr Munawar MA Sedang Berfoto Bersama Drs Hamidin Mpd dan Para Peserta Isbat Nikah Agara, di Aula MA Negeri Kuta Cane, Babussalam, Senin, (15/52017).

Dinas Syariat Islam Aceh – sebanyak 50 pasangan warga miskin dan korban konflik di Kabupaten Aceh Tenggara mengikuti Sidang Isbat Nikah  di Aula MA Negeri Kuta Cane, Babussalam, yang dibuka Oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara Drs H Hamidin, MPd, Senin Pagi (15/5/2017).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang Dr Munawar MA mengatakan, Isbat Nikah ini termasuk kedalam al-Ahwal as-Syakhsiyah, yaitu hukum yang menyangkut masalah keluarga dan peradilan Islam seperti hukum perkawinan, kewarisan, wasiat. Pernikahan juga mempunyai arti dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab dengan perkawinan dapat di bentuk sebuah ikatan antara dua insan yang berlainan jenis secara resmi dalam suatu keluarga dalam mencapai mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, setiap perkawinan harus dicatat oleh Negara menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana di sebutkan didalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa setiap perkawinan harus tercatat dalam dokumen negara, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, sekaligus dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi Pemerintah Aceh, yaitu mewujudkan masyarakat Aceh yang mandiri, sejahtera, bermartabat yang mengamalkan nilai-nilai syariat Islam secara kafah, jelas Munawar.

Ia menambahkan, sesuai ketersediaan dana, maka isbat nikah tahun ini hanya difokuskan pada tujuh kabupaten saja. Tapi Pemerintah Aceh bertekad pada tahun-tahun berikutnya akan melaksanakannya secara bertahap di seluruh Aceh. Pelaksanaan Isbat Nikah ini menggunakan sistem pelayanan terpadu yang menyatukan tiga layanan sekaligus. Mahkamah Syari’iyah melakukan sidang isbat untuk pasangan suami istri, Kementerian Agama mengeluarkan Buku/Akta Nikah, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengeluarkan Akta Kelahiran. Sehingga dapat dipastikan pola “one day service” akan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan pemerintah,”

Drs H Hamidin MPd menegaskan selaku ketua pelaksana sekaligus Kepala Dinas Syariat Islam Agara akan terus bekerjasama dengan Kementerian Agama Agara, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Agara, Mahkamah Syair’iyah Agara serta Dinas Syariat Islam Agara sehingga jumlah pasangan suami istri yang akan diisbatnikahkan ini bertambah lebih banyak dari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu Drs H Hamidin MPd mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Agara yang telah menikah, namun tidak memiliki akta pernikahan, oleh karena itu kegiatan sepeti ini sangat-sangat membantu,” pungkasnya.

Kadis Syariat Islam Agara Drs Hamidin MPd Sedang Menyerahkan Buku Nikah dan Akta Kelahiran Anak Secara Simbolis Kepada Peserta Isbat Nikah yang disaksikan Oleh Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar MA di Aula MA Negeri Kuta Cane, Babussalam, Senin (15/5/2017).

Kadis Syariat Islam Agara Drs Hamidin MPd Sedang Menyerahkan Buku Nikah dan Akta Kelahiran Anak Secara Simbolis Kepada Peserta Isbat Nikah One Day Service yang disaksikan Oleh Kadis Syariat Islam Aceh Dr Munawar MA, di Aula MA Negeri Kuta Cane, Babussalam, Senin (15/5/2017).

Pada kesempatan itu juga Drs H Hamidin MPd menyerahkan Buku Nikah beserta Akta kelahiran secara simbolis kepada pasangan suami isteri One day service Isbat Nikah di Kabupaten Aceh Tenggara.

Menurutnya, hinga saat ini masih banyak pasangan suami isteri yang belum tercatat di Kantor Kementerian Agama, terutama mereka yang berlatar korban konflik serta keluarga kurang mampu. “Untuk membantu masyarakat dalam pencatatan perkawinan, Pemerintah Aceh bekerjasama dengan Pemkab Agara melaksanakan program Itsbat Nikah,” jelas Hamidin.

The post 50 Pasangan Agara Ikut Isbat Nikah appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32