Indeks Berita

Amirul Hajj Tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Senin, 21 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, telah tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah, Minggu (20/08) malam. Menag Lukman datang bersama naib (wakil),  anggota, dan staf sekretariatan Amirul Hajj.

Sidang Itsbat Awal Zulhijjah Digelar 22 Agustus

Minggu, 20 Agustus 2017

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan kembali menggelar sidang itsbat (penetapan) awal Zulhijjah 1438. Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan, sidang itsbat akan digelar pada Selasa, 22 Agustus 2017 mendatang di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin Jakarta.

Bertolak ke Saudi, Ini Harapan Amirul Haj

Minggu, 20 Agustus 2017

Jakarta (Kemenag) --- Amirul Haj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Minggu (20/08) sore, bertolak ke Jeddah Arab Saudi. Selaku Amirul Haj, Menag akan memimpin langsung penyelenggaraan ibadah haji jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Mayoritas Hotel Jemaah di Madinah Dekat dengan Nabawi

Minggu, 20 Agustus 2017

Madinah (Kemenag) --- Daker Madinah menerima kunjungan Tim Pengawas Haji DPR RI gelombang pertama. Kedatangan tim yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon ini diterima oleh Kepala Daker Madinah Amin Handoyo.

Haji TNI Tiba di Saudi

Minggu, 20 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Sebanyak 232 orang jemaah haji dari keluarga besar TNI yang tergabung dalam Kloter JKG 45 tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah, Sabtu (19/08), pukul  19.50 waktu Arab Saudi (WAS). 

Menag Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Kasus First Travel

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Polisi saat ini tengah mengusut kasus dugaan penipuan yang dilakukan bos PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel/F), Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung penuh langkah tersebut.

Tinjau KKHI, Dirjen Haji Semangati Keluarga Jemaah Wafat

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali mendapat dua orang ibu yang sedang menangis, setibanya di ruang tunggu Klinik Kesehataan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. Tangis haru bahkan pecah,  saat Nizar Ali datang untuk menyampaikan ucapan duka cita kepada Zunaida.

Dirjen Haji Pastikan Kesiapan Tenda Jemaah di Arafah

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali meninjau tenda jemaah haji Indonesia di Arafah. Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan progress kesiapan tenda jemaah jelang puncak haji, wukuf di Arafah. 

Fase Kedatangan Jemaah dari Madinah Berakhir Hari Ini

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah dari Madinah akan segera berakhir. Rilis data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Makkah, sampai Sabtu (19/08) malam, tinggal 14 kloter di Madinah yang akan diberangkatkan ke Makkah.

Kemenag Sosialisasikan Pengelolaan Dana BOPTN Penelitian pada PTKI

Minggu, 20 Agustus 2017

Malang (Kemenag)  --- Kementerian Agama telah mengeluarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam tentang pengelolaan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Penelitian bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Selanjutnya, Ditjen Pendidikan Islam akan melakukan sosialisasi keputusan tersebut kepada seluruh PTKIN.

Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara pada 27 Agustus

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Kota Makkah Al Mukarramah semakin padat jelang puncak haji 1438H. Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid mengabarkan kalau layanan bus shalawat akan dihentikan sementara mulai 27 Agustus 2017.

Urai Kepadatan Bus Shalawat, Jemaah Harap Tidak Langsung Pulang Usai Shalat

Minggu, 20 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Makkah Al-Mukarramah semakin dipadati jemaah, termasuk jemaah haji Indonesia. Sampai Sabtu (19/08) malam, tercatat sudah ada 352 kloter dengan 140.895 jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah.

Lima Jemaah Wafat di Tanah Suci, Total Empat Puluh Tiga

Sabtu, 19 Agustus 2017

Makkah (Kemenag) --- Lima jemaah haji Indonesia wafat pada Jumat, 18 Agustus 2017.  Empat jemaah wafat di Makkah, satu di Madinah. 

Jelang Puncak Haji, Layanan Katering Makkah akan Dihentikan Sementara

Sabtu, 19 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Jemaah haji Indonesia tahun ini mendapatkan layanan katering sebanyak 25 kali dalam bentuk boks selama di Makkah Al-Mukarramah. Katering itu berupa makan siang, makan malam, dan roti untuk snack pagi.

Kementerian Haji Arab Saudi Sambut Jemaah Haji Indonesia

Sabtu, 19 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Kementerian Urusan Bandara menyambut jemaah haji Indonesia. Selain kehadiran, sambutan diberikan dengan memberikan hadiah selamat dating pada Jumat (18/08) malam.

KKHI Makkah Mulai Persiapkan Safari Wukuf dan Badal Haji

Sabtu, 19 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Berbagai persiapan dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam menghadapi puncak haji wukuf di Arafah pada akhir Agustus mendatang. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah misalnya, saat ini sedang melakukan tahap seleksi pasien/jemaah dirawat yang akan disafariwukufkan atau dibadalhajikan.

Dirjen PHU Pimpin Rakor Persiapan Puncak Haji

Sabtu, 19 Agustus 2017

Jeddah (Kemenag) --- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar rapat koordinasi membahas persiapan menghadapi puncak haji. Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah.

MTsN 1 Payakumbuh Juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Jumat, 18 Agustus 2017

Jakarta (Kemenag) --- MTsN 1 Payakumbuh Sumatra Barat tahun ini berhasil menjadi juara satu Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2017. Madrasah binaan Kementerian Agama ini menjadi juara untuk jenjang SMP/MTs, Kategori Sekolah dengan kinerja terbaik (Best Performance), setelah mengalahkan SMP perwakilan provinsi di seluruh Indonesia.

Sembilan Teladan Nasional Wakil Kemenag Diterima Presiden di Istana Negara

Jumat, 18 Agustus 2017

Jakarta (Kemenag) --- Istana Negara, Jumat (18/08) sore itu mulai terlihat ramai. Banyak orang dari berbagai usia berdatangan. Mereka adalah para teladan nasional, termasuk dari unsur Kementerian Agama,  yang diundang untuk bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo karena prestasi yang telah ditorehkan.

Tiga Siswa Teladan Madrasah Diundang ke Istana

Jumat, 18 Agustus 2017

Jakarta (Kemenag) --- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan  Republik Indonesia, Menteri Sekretaris Negara mengundang para Teladan Nasional untuk bersilaturahmi dengan Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Hj. Iriana Joko Widodo. 

CJH DSI Aceh Dipeusijuk

Jumat, 11 Agustus 2017
Drs Nasruddin MAg Mewakili Kadis Syariat Islam Aceh Saat Pesijuk Calon Jemaah Haji dari Keluarga Besar DSI Aceh di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Jumat Pagi, (11/8).

Drs Nasruddin MAg Mewakili Kadis Syariat Islam Aceh Saat Pesijuk Calon Jemaah Haji dari Keluarga Besar DSI Aceh di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Jumat Pagi, (11/8).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Djalil MA yang diwakili oleh Kepala UPTD Penyuluhan Agama dan Tenaga Da’I Drs Nasruddin M Ag, mempeusijuk 6 jamaah calon haji (JCH) di lingkungan DSI Aceh, di Mushalla As-Salam, Jumat (11/8/17). Acara tersebut dihadiri oleh pejabat serta segenap karyawan/karyawati di jajaran DSI Aceh.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris DSI Aceh Drs Darjalil yang juga salah satu JCH mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka silaturrahmi dan saling maaf memaafkan antar karyawan DSI Aceh dan merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang digelar jika ada karyawan DSI yang melaksanakan ibadah haji.

Sementara itu Nasruddin usai mempeusijuk JCH menyampaikan ucapan selamat menunaikan rukun Islam yang ke-5 kepada JCH dan berpesan kepada mereka agar mempersiapkan diri dengan baik dalam hal kesehatan fisik maupun mental sehingga dapat menjalankan ibadah haji secara maksimal dan sempurna.

“Keluarga besar DSI Aceh mendoakan agar para JCH nantinya dapat memperoleh gelar haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat.” Imbuh Nasruddin di akhir sambutannya.

Selanjutnya acara diakhiri dengan saling maaf memaafkan antara JCH dengan karyawan DSI Aceh sambil menikmati “bulukat” atau beras ketan kuning yang biasa di sajikan saat momen peusijuk JCH di Aceh.

The post CJH DSI Aceh Dipeusijuk appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Pejabat Kerajaan Kelantan Kembali Bertandang ke Aceh

Selasa, 08 Agustus 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA menerima Cendera Mata dari Datok Abdullah Pejabat Kerajaan Kelantan Usai Diskusi Syariat Islam di Aceh, di Ruang Rapat Potensi Daerah, Jumat Pagi, (4/7).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA menerima Cendera Mata dari Datok Abdullah Pejabat Kerajaan Kelantan Usai Diskusi Syariat Islam di Aceh, di Ruang Rapat Potensi Daerah, Jumat Pagi, (4/7).

Dinas Syariat Islam Aceh – Jika dikaitkan dengan daya tarik wisata religi, maka Aceh tentu memiliki daya tarik yang begitu kuat. Itulah sebabnya, jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Aceh untuk  menikmati nuansa syariat Islam semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini pula yang mendorong salah satu jiran kita para pejabat dari Negeri Kelantan, Malaysia untuk mempelajari serta merasakan pengalaman spiritual di Bumi Serambi Mekah yang merupakan pintu gerbang masuknya Islam pertama kali ke Indonesia. Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh sebagai aparatur pemerintah yang ikut menangani pelaksanaan syariat Islam di Aceh turut serta menyambut kedatangan para pejabat kerajaan Kelantan Malaysia di Aula Ruang Rapat Potensi Daerah yang disambut langsung oleh Kepala DSI Aceh Dr Munawar A Djalil MA  pada Jumat pagi, (4/7/).

Datok Abdullah yang mewakili Kerajaan Kelantan mengatakan ingin bertukar pengetahuan /pengalaman dalam pelaksanaan syariat islam, terutama tatacara pelaksanaan hukuman sebat di Aceh. Di Malaysia sudah ada Undang-undang sebat secara syariah, akan tetapi sebatan yang dilakukan tidak mencukupi jumlah hukum syara’ dan tempat dilaksanakan sebatan itu di penjara. Kelantan telah mendesak kepada Kerajaan pusat untuk menambah jumlah sebatan dan hukuman dilaksanakan di tempat yang terbuka, namun banyak pihak yang menentang dengan paham tersebut.

Semangat juang dari rakyat Aceh yang melaksanakan sebatan di depan khalayak ramai dan jumlah sebatan mencukupi hukum syara’ mendorong kami untuk berkunjung ke Aceh dalam bertukar pandangan agar kami dapat melaksanakan syariat islam di Kelantan sesuai dengan kehendak Allah SWT,” jelasnya.

Datok H M Nasruddin yang mewakili rombongan menerangkan bahwa tujuan kunjungan tersebut dengan maksud menjalin silaturahmi serta menambah ilmu pengetahuan terkait penerapan syariat Islam di Aceh terutama di bidang pendidikan dan pengajaran. Kunjungan tersebut ingin mengetahui lebih dalam tentang implementasi pelaksanaan Syariat Islam yang sedang di jalankan di bumi Aceh.

Dalam pertemuan itu Kadis Syariat Islam  Aceh Dr Munawar A Djalil MA yang didampingi oleh sejumlah pejabat di lingkungan DSI Aceh mengatakan secara kultur syariat Islam di Aceh telah berlangsung lama dimana penduduk Aceh mayoritas beragama Islam. Hal itu terlihat saat masyarakat Aceh melakukan prosesi pernikahan, warisan, hibah, sedekah, maupun aktifitas lainnya yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sementara dari segi politik/kekuasaan negara, syariat Islam di Aceh baru diformalisasikan pada tahun 1999. Ada 3 hal keistimewaan yang diberikan kepada Aceh untuk mengimplementasikan syariat Islam yaitu dalam bidang agama, pendidikan dan adat budaya. 2 tahun kemudian lahir Undang-undang no 18 tahun 2001 tentang  otonomi khusus, kemudian tahun selanjutnya pasca tsunami Aceh lahir Undang-undang no 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Udang-undang yang terakhir ini mengamanahkan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

“Berbeda dengan Kelantan, secara politik Aceh diberikan otonomi seluas-luasnya yang mempunyai otoritas mengurus sendiri dalam konteks syariat Islam. Kita punya Undang-undang special yang diberikan untuk Aceh dan kita diamanahkan untuk melaksanakan syariat Islam secara kaffah,”ungkap Munawar.

“Indonesia tidak mengenal hukuman sebat dan diyat, tapi di Aceh boleh diberlakukan hukuman sebat dan diyat. Hal ini terus dipertanyakan oleh  pihak luar (asing) termasuk pakar-pakar hukum nasional dan internasional. Mereka mempertanyakan kenapa Aceh boleh menjalankan hukuman sebat dan diyat dan sebagainya. Amanah daripada undang-undang no 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh, Aceh bisa menentukan jenis hukuman lain yang berbeda oleh konstitusi secara nasional yang berlaku di Indonesia walaupun belum maksimal, hukuman sebatan yang dibuat masih berlandaskan quran dan hadist,” jelasnya.

Intervensi yang dilakukan oleh pihak luar (asing) termasuk lembaga internasional yang mengurus hak asasi manusia mereka meminta proses hukum Liwath yang terjadi dua bulan lalu untuk dihentikan. Kita punya aturan yang membolehkan penegakan hukum dan karena kita mempunyai qanun jinayah maka proses ini terus dilanjutkan hingga penegakan hukum selesai dilakukan,” tuturnya.

Di Aceh, sebatan dilakukan didepan umum yang disaksikan oleh khalayak ramai kecuali anak-anak di bawah umur 18 tahun. Prinsip dari hukum jinayah yang disusun tujuannya untuk memberikan pembelajaran (tarbiyah) baik kepada pelaku maupun masyarakat muslim Aceh secara umum.

“Untuk Non Muslim di Aceh berlaku hukum dengan 3 kondisi, pertama jika non muslim bersama dengan orang muslim melakukan jarimah, kedua mereka boleh menundukkan diri kepada hukum syariah secara sukarela dan yang ketiga jarimah yang dilakukan belum ada ketentuan hukum sipil maka mereka dapat di hukum secara syariah. Misalnya khalwat, yang tidak di atur dalam hukum nasional maka diberlakukan hukum syariah kepada si pelanggar,” tegas Munawar.

Dr Munawar A Djalil MA berharap agar seluruh elemen masyarakat terus membumikan syariat Islam dengan benar-benar kaffah di Aceh, selain itu diharapkan agar hubungan kerjasama ini dapat terus terjalin.

The post Pejabat Kerajaan Kelantan Kembali Bertandang ke Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Dr Munawar A Djalil MA : Masih Banyak Masyarakat Aceh yang Belum Menyadari Syariat Islam secara Hakiki !

Jumat, 04 Agustus 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA saat membuka kegiatan Bimtek Pelaksanaan Perkara Jinayah bagi Panitera Muda Jinayah dan Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah se-Aceh di aula Hotel Grand Nanggroe, Jl. Tgk. Imuem Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu, (1/8).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA saat membuka kegiatan Bimtek Pelaksanaan Perkara Jinayah bagi Panitera Muda Jinayah dan Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah se-Aceh di Aula Hotel Grand Nanggroe, Jl. Tgk. Imuem Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu, (1/8).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kebanyakan kita mengetahui akan syariat, tetapi kita tidak paham dan menyadari syariat itu. Saat anak-anak Aceh ditanya apa hukum khalwat mereka tahu betul hukumnya haram, bagaimana hadistnya dan apa ayatnya spontan mereka tunjukkan. Ketika kita menguji mereka di lapangan dalam waktu 60 menit, ternyata apa yang mereka jawab secara teori tadi meleset sangat jauh sekali. Saat kita membebaskan 60 menit di lapangan mereka berkhalwat sesama lelaki dan perempuan. Artinya anak-anak kita sekarang hanya mengetahui syariat namun mereka tidak menyadari dan memahami syariat Islam itu sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA saat membuka kegiatan Bimtek Pelaksanaan Perkara Jinayah bagi Panitera Muda Jinayah dan Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah se-Aceh di aula Hotel Grand Nanggroe, Jl. Tgk. Imuem Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu, (1/8).

“Kita selalu mendorong supaya syariat Islam berjalan dengan baik di Aceh yang indikasinya adalah berkurangnya pelanggaran syariat Islam di Aceh, kriminalitas itu semakin hari semakin berkurang jumlahnya,” tegas Munawar.

“Oleh karena itu penegakan hukum jinayah sangat diperlukan sekali. Sejak beberapa tahun terakhir Dinas syariat Islam terus melakukan sosisalisai terkait hukum jinayah, memberikan bimbingan kepada jaksa, polisi, Mahkamah Syar’iyah untuk bersama-sama melakukan penegakan hukum,” tuturnya.

Ada beberapa kasus atau laporan yang kami terima, dalam kasus tersebut untuk menentukan jenis jarimahnya pihak jaksa memberikan kewenangan kepada hakim di mahkamah syar’iyah  dan hakim cuma menentukan hukuman saja dan itu satu tindakan yang keliru. Berawal dari kekeliruan itu kemudian kami membuat kegiatan sejak 2 tahun terakhir ini kegiatan yang berintegrasi, jadi seluruh aparatur hukum kita libatkan dalam simulasi kasus pada satu tempat untuk menyelesaikan perkara bersama-sama.

Munawar berharap Bimtek Pelaksanaan Perkara Jinayah bagi Panitera Muda Jinayah dan Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah se-Aceh akan memberikan wawasan bagaimana kita berperan dalam kontek penegakan hukum syariah terutama hukum jinayah di Provinsi Aceh.

Dalam kesempatan itu juga Ketua Mahkamah Syar’iyah Drs Jufri Ghalib SH MH mengatakan, Tanggung jawab moral daripada Mahkamah Syar’iyah adalah menghasilkan putusan-putusan yang dirasakan adil oleh masyarakat.

“Putusan yang dihasilkan itu berdasarkan analisis hakim secara mendalam. Karena itu panitera di dalam menghasilkan putusan yang baik itu punya peran penting, kecermatan dari pada peserta untuk memahami qanun atau peraturan yang berlaku di Aceh ini sangat diharapkan terutama dalam perkara jinayah,” jelasnya.

“Kenapa sering terjadi kehampaan di dalam suatu putusan, yang pertama karena tanggung jawab tidak maksimal. Kedua, karena tidak mamahami alur dalam satu putusan jinayah itu harus berdasarkan peraturan-peraturan yang telah ditentukan. Untuk itulah dengan mengikuti bimtek seperti ini dapat mempertajam wawasan kita tentang Hukum Jinayah,” pungkasnya.

Jufri Ghalib berharap agar para peserta ini dapat mengikuti secara serius sehingga kedepan tidak terjadi kesalahan-keselahan yang sama.

Dr Syukri Muhammad Yusuf MA selaku Koordinator Pelaksana menyampaikan, Pelaksanaan syariat Islam di Aceh didasari pada 2 undang-undang, yaitu UU No 44 tahun 1999 dan UU No 11 Tahun 2006 yang menjadi dasar yuridis pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Berdasarkan UU ini dihasilkan produk qanun-qanun yang menjadi payung hukum pelaksanaan syariat Islam. Untuk melaksanakan qanun ini tentu saja membutuhkan aparatur penegak hukum, hakim, jaksa, penyidik, panitera muda jinayah dan panitera muda pengganti se-Aceh.

Oleh karena itu Bimtek Pelaksanaan Perkara Jinayah bagi Panitera Muda Jinayah dan Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah se-Aceh memang sangat dibutuhkan, mengingat bahwa persoalan kita semakin hari semakin kompleks membutuhkan kepada tenaga-tenaga ahli, professional, memiliki skill dan kualifikasi tentang penegakan qanun-qanun syariat Islam tersebut terutama bagaimana mengiplementasikan qanun no 7 tahun 2013 tentang hukum perkara jinayah.

“Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 1-3  agustus 2017 di aula Hotel Grand Nanggroe, Jl. Tgk. Imuem Lueng Bata, Banda Aceh. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan panitera muda jinayah dan panitera pengganti Mahkamah Syar’iyah yang memahami ketentuan hukum pelaksanaan syariat Islam serta meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan hukum acara jinayat atau hukum peradilan syariat Islam. peserta 60 orang dari mahkamah syariyah seluruh kabupaten kota se-Aceh,” pungkasnya.

Adapun pokok materi yang akan di bahas dalam kegiatan ini yang pertama, Kedudukan Hukum Syariat Islam dalam Sistem Hukum Nasional oleh Kadis Syariat Islam Aceh Dr. Munawar A Djalil MA kedua, Kedudukan Aparat Penegak Hukum dalam Perkara Jinayah oleh Prof Al Yasa’ Abu Bakar ketiga, Peran Hakim dan Panitera dalam Menyelesaikan Perkara Jinayah oleh ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs Jufri Ghalib SH MH keempat, Penuntutan Pelanggaran Qanun Hukum Jinayat Aspidum Kajati Aceh Abdul Azmi SH kelima, Sistem Informasi Penelusuran Perkara Jinayah oeh Heri Irawan AMd dan Maulizar AMd.

Dr Syukri berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama dan dapat memanfaatkan momentum ini sehinggga dapat membantu dalam rangka penegakan qanun-qanun syariat Islam di bumi Aceh.

The post Dr Munawar A Djalil MA : Masih Banyak Masyarakat Aceh yang Belum Menyadari Syariat Islam secara Hakiki ! appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Diseminasi Grand Desain Syariat Islam

Rabu, 02 Agustus 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA saat Membuka Acara Diseminasi Grand Desain Syariat Islam di Hotel Grand Syariah Aceh, Lamdom Banda Aceh, Selasa (1/8).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA saat Membuka Acara Diseminasi Grand Desain Syariat Islam di Hotel Grand Syariah Aceh, Lamdom Banda Aceh, Selasa (1/8).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar diseminasi grand desain syariat Islam yang berlangsung Selasa (1/8) di Hotel Grand Aceh Lamdom, Banda Aceh. Kegiatan itu diikuti 75 peserta dari perwakilan SKPA, penegak hukum, LSM, dan akademisi.

Kepala DSI Aceh, Dr Munawar A Djalil MA kepada Serambi kemarin mengatakan, grand desain syariat Islam untuk Aceh ke depan telah dirancang sejak dua tahun lalu. Sehingga dalam kegiatan kemarin, DSI hanya memberikan informasi kepada peserta mengenai grand desain yang akan dilaksanakan. Dengan harapan adanya kesamaan pemahaman mengenai pelaksanaan syariat Islam ke depan.

“Kegiatan ini berupa penyebaran informasi kepada perwakilan lembaga yang hadir, supaya mereka paham apa yang kita inginkan, sehingga secara bersama-sama ingin memastikan jika syariat Islam dapat berjalan,” ujarnya.

Munawar menjelaskan, sebelumnya mereka sudah menggelar kegiatan pemetaan cluster dengan semua SKPA, untuk mengetahui peran masing-masing instansi dalam syariat Islam. Kemudian kemarin menggelar diseminasi untuk memberikan informasi, yang selanjutnya konsep grand desain akan dikerucutkan secara detail oleh tim perancang.

Selanjutnya, konsep grand desain itu akan dikoordinasikan dengan para SKPK yang ada di 23 kabupaten/kota untuk kemudian diajukan ke pihak legislatif agar dijadikan sebuah qanun. “Dokumen grand desain akan menjadi naskah untuk dijadikan produk hukum yang bernama qanun grand desain syariat Islam,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam grand desain syariat Islam ke depan memiliki lima sektor prioritas yaitu hukum publik, ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, dan internalisasi adat budaya berazaskan syariat Islam.

Kabid Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai DSI Aceh, Nizami Taufik SSos mengatakan, dengan kegiatan itu juga dapat meningkatkan pemahaman terhadap masalah dalam penegakan syariat Islam di Aceh.

Sumber : Serambinewspaper

The post DSI Diseminasi Grand Desain Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar FGD Grand Design Program Berbasis Syariah

Kamis, 27 Juli 2017
Suasana saat berlangsungnya FGD program yang berbasis syariah di gedung LPTQ Aceh pada hari Selasa (25/7/2017) pagi.

Suasana saat berlangsungnya FGD program yang berbasis syariah di gedung LPTQ Aceh pada hari Selasa (25/7/2017) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyelerasan program/Kegiatan Dinul Islam Dengan Kabupaten/Kota” di gedung LPTQ Aceh , Banda Aceh, Selasa (25/7/2017) pagi. Kegiatan ini dihadiri 15 peserta dari unsur DSI Aceh, DSI Aceh Besar, DSI Pidie, DSI Kota Banda Aceh, Bappeda Aceh , serta Satpol PP dan WH.

Kabid Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’i DSI Aceh, Nizami Taufik S Sos dalam sambutannya mengatakan FGD ini terkait dengan grand design program bernuansa syariat Islam di Aceh. Kegiatan serupa sudah dilakukan sejak tiga tahun  lalu dan bekerja sama dengan Fakultas Hukum dan Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Nizami menyebutkan, nantinya kegiatan ini akan difokuskan dalam lima bidang yaitu bidang pendidikan, tata kelola pemerintahan, ekonomi, hukum, serta adat dan budaya. Diharapkan program ini akan berdampak positif bagi pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Sementara dua pembicara dalam FGD itu yakni, DR Munawar A Jalil MA (Kepala Dinas Syariat Islam Aceh) membicarakan tentang kebijakan pemerintah Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh dan Marthunis ST DEA (Bappeda Aceh) berbicara mengenai rencana strategis pelaksanaan syariat Islam di Aceh Tahun 2017-2022.

Munawar, dalam paparannya mengatakan, grand design atau road map ini dianggap penting agar setiap SKPA/SKPK dapat terlibat langsung sehingga mereka merancang kegiatan yang berbasis syariat Islam. Menurutnya, hal ini bukan hanya kewajiban DSI saja tetapi juga tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun seluruh komponen masyarakat.

The post DSI Aceh Gelar FGD Grand Design Program Berbasis Syariah appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Napi Aceh Dibekali Syariat Islam

Senin, 24 Juli 2017
Kepala Dinas Syariat Islam Dr Munawar MA Sedang Memberikan Pemahaman Syariat Islam Bagi Warga Binaan LP Lambaro, (24/7).

Kepala Dinas Syariat Islam Dr Munawar MA Sedang Memberikan Pemahaman Syariat Islam Bagi Warga Binaan LP Lambaro, (24/7).

Dinas Syariat Islam Aceh (DSI) – Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Syariat Islam, Dinas Syariat Islam Aceh melalui UPTD Penyuluhan Agama dan Tenaga Da’I melakukan penyuluhan syariat Islam bagi warga binaan lembaga permasyarakatan. Kegiatan yang berlagsung seharian penuh itu di lakukan pada tanggal 24 Juli 2017 di mesjid lapas Lambaro Aceh Besar.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR H Munawar A.Djalil MA dalam pembukaannya menyampaikan, pada tahun 2001 pada pemerintahan bapak Abdullah Puteh  syariat Islam sudah di sahkan dan diberlakukan di Aceh. Penyelenggaraan kehidupan beragama yang diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan syariat Islam dilakukan secara menyeluruh diseluruh dimensi kehidupan masyarakat. Ujar  munawar

“Banyak tantangan yang dilalui Dinas Syariat Islam dalam menjalankan syariat Islam di Aceh, banyak yang menentang akan qanun-qanun yang telah sahkan, salah satunya mengenai qanun jinayah dan qanun acara jinayah, yang sebelumnya pernah digugat di mahkamah agung oleh beberapa orang yang kurang senang akan pelaksanaannya, namun setelah dipelajari isi kajiannya, oleh Mahkamah agung, sehingga ditolak gugatan tersebut” Tutur beliau.

Diakhir sambutannya beliau mengharapkan kepada seluruh narapidana untuk bisa menjalankan syariat Islam dengan baik, serta ikut mendorong dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh, syariat Islam ini tidak hanya diketahui namun harus didaari da di pahami, tutupnya.

Nasruddin, MA selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan Penyuluhan Syariat Islam bagi warga binaan lembaga permasyarakatan merupakan program Dinas Syariat Islam Aceh dan baru dilaksanakan pada tahun ini. Adapun  peserta yang mengikuti penyuluhan berjumlah 150 narapina.

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam penyuluhan tersebut DR. Munawar MA, Drs. H. nawawi, S.H, Drs. Nasruddin, M.Ag dan Muhammad Rais Siddik, Bc.IP.SH.MH

The post Napi Aceh Dibekali Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

STQ Nasional berakhir Aceh Peringkat 7

Sabtu, 22 Juli 2017
Para Juara STQN XXIV yang Membawa Harum Nama Aceh di Tarakan Kalimantan Utara

Para Juara STQN XXIV yang Membawa Harum Nama Aceh di Tarakan Kalimantan Utara

Dinas Syariat Islam Aceh – Berkat doa dan dukungan yang mengalir dari masyarakat Aceh baik yang ada di tanah rencong maupun yang ada di Kota penghasil minyak prestasi kafilah Aceh sudah sangat membaik, target masuk sepuluh besar tercapai.

Dibandingkan saat pelaksanaan Seleksi Tiwatil Quran (STQ) Nasional ke XXIII di Jakarta hanya memperoleh harapan III, bahkan bisa kita katakan tidak memuaskan, namun kita telah mengubah sedikit demi sedikit mulai dari seleksi sampai pada pembinaan selama Permusatan latihan (TC), pola yang baik akan menghasilkan yang terbaik juga, buktinya pembedahan yang kita lakukan sudah memberikan dampak positif kemajuan dalam perolehan prestasi di tingkat nasional.

Demikian disampaikan ketua Kafilah Aceh Dr H Munawar A Jalil, MA melalui Kepala UPTD PPQ Aceh Drs Tgk H Ridwan Johan, usai menyaksikan pengumuman yang dibacakan ketua dewan hakim Nasional Dr Said Aqil Al-Munawar, MA saat malam penutupan di arena utama Islamic Center Kota Tarakan, jumat (21/7).

“Alhamdulillah dan terima kasih semua pihak yang telah menunjang prestasi Aceh ini, dari pengumuman resmi yang dibacakan ketua Dewan Hakim Nasional Dr Said Aqil Al-Munawar, MA nomor 02/KEP/BH/STQN/24/2107 Aceh memperoleh rangking 7 dengan jumlah 7 poin bersamaan dengan tuan rumah Kalimantan Utara, sedangkan juara Umum mampu di pertahankan DKI-Djakarta,” tambahnya.

Ridwan Johan menambahkan, Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan doa masyarakat Aceh, sehingga anak-anak Aceh yang tampil setiap hari semakin baik, selamat kepada anak-anak yang telah memperoleh prestasi yang mengembirakan ini, kepada yang belum meraih masih ada kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri, koreksi dan intropeksi agar di masa mendatang semakin baik prestasi yang kita raih.

“Kepada dewan pelatih di semua cabang di antaranya Ustad Hamli Yunus, Ustad Amin, Ustad Mardhatillah, serta seluruh Official yang telah membantu kelancaran proses mulai dari permusatan latihan (TC) sampai mereka tampil dengan baik,” imbuh kepala UPTD PPQ Aceh.

Berikut para juara sesuai dengan keputusan dewan hakim Nasional, di antaranya juara II cabang 5 Juz golongan putra  Arsy Yallah tampil arena II Masjid Agung Al-Ma’rif Kota Tarakan, hafidz yang memiliki nomor tampil HQ 116 menjawab surat Maryam ayat 66 dengan baik, sehingga dia keluar sebagai juara II tingkat Nasional dengan nilai 96, 75.

Di golongan putri Aceh juga meraih Juara II cabang 20 Juz atas nama  Mauliza Juliantika  hafidzah dengan nomor peserta HQ 321 mampu menjawab surat Al Furqan Juz 19, surat An-Nahl juz 14, surat At-Taubah juz 10 dan surat An-Nisa juz 6, ia tampil di arena II Masjid Darul Sa’dah Kota Tarakan, dengan nilia 97, 66.

Zubirani hafidz 20 juz putra dengan nomor peserta HQ 314, bisa menyelesaikan  surat Al-Fujarat Juz 17 surat Ibrahim juz 13, surat Al-A’raf Juz 9, dan surat Ali Imran Juz 4 dengan baik, dengan jumlah nilai 98, 67 sehingga ia berhak menduduki peringkat III.

Selain juara II dan III Aceh juga meraih beberapa juara harapan di antaranya Harapan I dan harapan III, harapan I cabang 5 juz golongan putri  atas nama Hikmatul Husna, hafidzah yang memegang nomor peserta HQ 163 ini bisa menjawab surah Al-Baqarah Juz 2, surah Ali-Imran juz 3 dan 4 serta surah An-Nisa juz 5, Hikmatul Husna yang tampil di arena II Masjid Agung Al-Ma’rif Kota Tarakan.

Sementara itu Juara Harapan III Rifqah Lathifah dari cabang tafsir putri, Rifqah lathifah hafidzah pemegang nomor tampil HQ 129 menjawab tafsir  surat Ali Imran ayat 87-88 serta surah An-Nisa juz 5, surah An-Nahl juz 14, surah Al-Hajj juz 17 dan surah Az-Zumar juz 23, Rifqah tampil di Masjid At-Taqwa Sibengkok Tarakan Timur.

Menteri Agama Republik Indonesia yang di wakili Plt Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Kamaruddin Amin, MA mengatakan, pelaksanaan STQ Nasional ke XXIV ini sudah lebih baik, masing-masing daerah memperkaya potensi daerahnya sendiri.

“dengan penerapan sistem e-MTQ saat mendaftar, akan lebih mudah kontrol sehingga tidak terjadi penyalahgunaan identitas peserta, hasil STQ ini merupakan hasil yang diperoleh secara alami, meskipun masih ada kekurangan hanya harus kita benah bersama,” tuturnya.

Manteri Agama mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga toleransi, karena Islam sendiri mengajurkan hidup yang harmonis, damai dan sejahtera, karena itu keputusan dewan hakim menetapkan para juara tadinya bahagian dari toleransi yang tidak bisa di pisahkan, tandasnya.

Berikut rangking

  1. DKI
  2. Kepri
  3. Jateng
  4. Kalimantan timur
  5. Banten
  6. Sumatera utara dan Sumatera Barat
  7. Aceh dan Kalimatan utara
  8. Jabar dan Kalimantan selatan
  9. Jambi dan Kalimantan Barat
  10. Jawa Timur, NTB dan Papu Barat.

The post STQ Nasional berakhir Aceh Peringkat 7 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Seluruh Peserta Tampil lebih baik

Sabtu, 22 Juli 2017
Peserta STQN XXIV Perwakilan Kafilah Aceh Arsy Yallah saat Melantunkan Ayat Suci Al-Quran di Islamic Center, Tarakan Kalimantan Utara

Peserta STQN XXIV Perwakilan Kafilah Aceh Arsy Yallah saat Melantunkan Ayat Suci Al-Quran di Islamic Center, Tarakan Kalimantan Utara

Dinas Sayriat Islam Aceh – Seluruh peserta dalam perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV di Kota Tarakan sudah tampil, kesemuanya sudah tampil dengan baik dan tidak terjadi kendala, semuanya berjalan lancar termasuk yang tampil terakhir (kamis, 20/7) baik Nabilatul Adawiyah Hafidzah 10 juz, maupun Hikmatul Husna, Hafidzah 5 Juz dan Dedek Nuwery Yolanda tilawah dewasa putri akan tampil malamnya di arena utama Islamic Center.

“Ini semua berkat dukungan dan doa masyarakat Aceh baik yang ada di Kota Tarakan maupun yang ada di tanah rencong, yang senantiasa memberi dukungan dan doanya kepada kafilah Aceh yang ada di Kota yang begelar panguntaka ini.

Demikian Apresiasi disampaikan ketua Kafilah Aceh Dr H Munawar A Jalil, MA melalui Kepala UPTD PPQ Aceh Drs Tgk H Ridwan Johan, usai menyaksikan penampilan  Hikmatul Husna di cabang 5 Juz golongan putri di arena Masjid Agung Al-Ma’rif, Kamis (20/7).

Ridwan menambahkan, semalam (rabu 19/7) penampilang Cabang Tilawah Dewasa Putra saudra Mahlil M Jamin juga sangat bagus, sampai pengasuhnya ustad Hamli Yunus mengakui penampilan pemengang nomor urut 446 ini, bukan hanya itu masyarakat yang menyaksikan penampilan putra Aceh sangat luar biasa, seperti di akui Marjono salah satu warga kampong empat kota pengahasil minyak, dia teranguk-anguk saat qari melantunkan surah Al Maidah ayat 57 juz 7 itu. Mudah-mudahan malam nantinya jumat malam ada hasil yang baik untuk kita.

Kepala UPTD PPQ ini menambahkan, Nabilatul Adawiyah Hafidzah 10 juz, yang tampil pada waktu pagi di Masjid Darul Sa’dah juga mampu mejawab surah Ali Imran juz 3 dan Surah Al-A’raf Juz 5 Surah An-Nisa juz 6 dan surah Al Anfal Juz 10,  Nabila tampil pada jam 9.30 WITA dengan nomor urut HQ 251 ikut disaksikan ratusan masyarakat setempat bersama kafilah Provinsi lain.

Selepas shalat ashar di Masjid Agung Al-Ma’rif baru tampil ananda Hikmatul Husna, cabang 5 juz golong putri, hafidzah yang memengang nomor urut HQ 163 ini menjawab surah Al-Baqarah Juz 2, surah Ali-Imran juz 3 dan 4 serta surah An-Nisa juz 5, meskipun tampil nomor terakhir di pengalaran Masjid Agung Kota Panguntaka ini tidak surut semangat untuk menampilkan yang terbaik untuk masyarakat tanah rencong malah lebih menguasai panggung yang disediakan oleh panitia.

“Hikmatul Husna begitu lancar dan mulus menjawab segala surah yang di lemparkan kepadanya, ini benar-benar sangat luar biasa, ujar Ridwan Johan, yang setia mendampingi peserta yang tampil dimanapun arena dilaksanakan.

Semua itu semata-mata kami persembahkan untuk masyarakat Aceh, kami hanya menjalankan amanah yang dibebankan kepada kami, karena itu pada malam hari ini, ananda Dedek Nuwery Yolanda cabang tilawah dewasa putri nomor urut 457 belum di ketetahui surah yang di berikan untuknya akan tampil di arena utama Islamic Center pada pukul 21.30 WITA, kami sangat berharap doa dan dukungan tiada hentinya untuk kafilah Aceh yang ada di kota penghasil minyak ini, harap Kepala UPTQ PPQ Aceh yang juga Imam Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh.

The post Seluruh Peserta Tampil lebih baik appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32