Tata Kerja
Ditulis oleh hermansp26, pada Rabu, 09 November 2016
Tata Kerja :

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh disebutkan pada BAB III pasal 3 poin 2 penyelenggaraan keistimewaan meliputi:
1. Penyelenggaraan Kehidupan Beragama
2. Penyelenggaraan Kehidupan Adat
3. Peran Ulama dalam Penetapan Kebijakan Daerah
   
Dari bentuk keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat maka lahirlah beberapa Peratuan Daerah Provinsi Aceh yang memberikan paying hukum terhadap Pelaksanaan Syari’at Islam diantaranya Perda No 5 tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syari’at Islam, Qanun Prov NAD No 10 tahun 2002 tentang Peradilan Syari’at Islam dan banyak Perda-perda lainnya puncaknya hadirnya UU PA nomor 11 tahun 2016 tentang Pemerintah Aceh dan di dalam Undang-undang tersebut tercantum bagaimana pelaksanaan Syari’at Islam di Aceh yang tercantum pada Bab XVIII tentang Syari’at Islam dan pelaksanaannya.
Dalam UU PA no 11 tahun 2016 disebutkan secara umum tata kerja kedinasan Syari’at Islam yaitu :
1. Syari’at islam yang dilaksanakan di Aceh meliputi Aqidah, Syari’ah dan Akhlak
2. Syari’at islam sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi Ibadah Ahmal Al-Syakhshiyah (hukum keluarga) Muamalat (hukum perdata) Jinayah (hukum pidana) Qadha (peradilan) Tarbiyah (pendidikan) , Dakwah, Syi’ar dan Pembelaan Islam.
   
Dengan demikian tata kerja Dinas Syari’at Islam Kabupaten Aceh Tengah dapat dijabarkan melalui keputusan-keputusan pemangku kebijakan daerah dalam hal ini Bupati Aceh Tengah yang tertuang dalam misi dan tujuan pada rencana strategis (RENSTRA) Dinas Syari’at Islam yaitu:
1. Pembangunan dan Rehabilitasi Sarana Ibadah
2. Pemberantasan maksiat dan perbuatan mungkar
3. Menumbuhkan pusat-pusat pengajian di setiap Desa
4. Penyuluhan Agama dan Qanun Syari`at Islam
5. Peningkatan materi dan metode dakwah
6. Peningkatan kesejahteraan Da`I dan Imam Mesjid
7. Pengkajian kandungan Al-Qur`an dan pengajian TPA
8. Pelestarian adat istiadat dan kesenian daerah
 
Semua kegiatan diatas bertujuan :
1. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang paham dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan syari’at islam
2. Mewujudkan pelayanan prima terhadap pelaksanaan syari’at islam
3. Mewujutkan kualitas ibadah umat
4. Mewujutkan pengawasan pelaksanaan syari’at islam
5. Memantapkan peran dan fungsi peradilan untuk menegakan supermasi hukum islam (syari’at islam)
6. Meningkatkan peran tgk/guru agama dalam pembinaan mental spiritual umat dan menjadikan mesjid, psantren dan LPTQ sebagai pusat pembinaan keagamaan.

 

 

 

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32